Rekom Cawabup PDI-Perjuangan Masih Menunggu, Partai Lain Bergerak

MALANGTIMES - Kontestasi pilkada serentak 2020 mulai menggeliat di Kabupaten Malang. Selain gerak cepat PDI-Perjuangan yang tinggal menunggu keluarnya rekom dari DPP, partai politik lainnya mulai unjuk gigi.

 Setelah NasDem membuka penjaringan dan pendaftaran, giliran Gerindra yang kini bersiap merekrut bakal calon (bacalon) kepala daerahnya. Unjuk gigi ini tentunya juga memecah perhatian para bacalon yang telah mendaftar walau, menurut Wakil Ketua Tim Penjaringan DPC PDI-Perjuangan Santoko, hal itu merupakan dinamika dalam politik.

Pemecahan kekuatan itu sudah terlihat dengan menyebrangnya Ketua NU Kabupaten Malang Umar Usman yang mendaftar ke PDI-Perjuangan dan kembali ikut juga di gerbong NasDem. 

Ada beberapa hal yang dimungkinkan dari adanya loncat pagar itu. Pertama, dimungkinkan karena tak ada kans mendapatkan rekom sehingga harus mencari kendaraan lain. Berikutnya, mencoba beberapa alternatif yang memungkinkan bisa menjadi calon dari parpol lainnya sambil menunggu keluarnya rekom.

Seperti diketahui, PDI-Perjuangan merupakan partai yang pertama membuka pendaftaran. Tapi, sampai saat ini rekom yang ditunggu oleh delapan balon yang telah mendaftar belum ada jawaban.

"Sekarang ini kami masih menunggu. Kami benar-benar belum mendapat informasi faktual siapa yang bakal mendapat rekomendasi dari DPP PDIP," ujar Santoko.

Kedelapan nama cakada (calon kepala daerah) yang sudah mendaftar di partai berlambang kepala banteng moncong putih itu adalah Didik Budi Mulyono (sekda Kabupaten Malang), Hasan Abadi (rektor Unira), Wibi Dwi (pengusaha)  Wahyu Eko S (seniman), Hendik Arso (kades sekaligus kader internal PDIP), Juma’ali (wakil ketua Lesbumi PBNU), Diki Sulaiman (ketua Kadin Kota Malang), dan Umar Usman (ketua PCNU Kabupaten Malang) yang juga merapat ke NasDem.

Masa tunggu ini pula yang membuat partai lainnya bergerak untuk menjaring para tokoh di luar partai maupun kadernya sendiri dalam pilkada 2020 mendatang. Seperti yang terbaru dilakukan oleh Gerindra setelah NasDem telah mengunci para bacalonnya.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok membenarkan pihaknya pada November nanti akan melakukan penjaringan dan pendaftaran  sesuai dengan instruksi dari DPP Gerindra. "Bulan November, sesuai pesan Ketua Umum Bapak Prabowo Subianto, kami buka. Gerindra ingin melahirkan pemimpin sekaligus pelayan bagi rakyat Kabupaten Malang yang mempunyai kehendak politik baik serta sejalan dengan manifesto dan visi misi partai," ujarnya.

Senada dengan NasDem, Gerindra juga mencoba untuk mewarnai kontestasi Pilkada 2020. Namun, sebagai partai pemilik 7 kursi di legislatif,  Gerindra masih memerlukan tambahan kursi untuk mengusung calonnya.

"Tentunya kami buka peluang koalisi dengan partai lain. Kami terbuka berkomunikasi dan bekerja sama untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Kabupaten Malang," ucap Chusni.

Dia juga menegaskan ada beberapa nama yang telah berkomunikasi dengan Gerindra untuk  mendaftarkan diri. "Beberapa nama yang selama ini santer akan maju juga sudah berkomunikasi dengan kami," imbuhnya.

Tiga parpol -PDI-Perjuangan, NasDem, dan Gerindra- telah bergerak. Tinggal menunggu bagaimana langkah PKB sebagai parpol peraih 12 kursi bersikap di tengah beberapa polemik liar dalam masyarakat terkait adanya dugaan adanya tarik ulur di tubuh PKB. Pun Golkar yang sejak beberapa waktu lalu di internalnya telah bulat mengusung Siadi sebagai cabup. 

 

Top