Tersangka Samsudin saat diamankan polisi karena kasus penganiayaan (Foto : Polsek Dampit for MalangTIMES)
Tersangka Samsudin saat diamankan polisi karena kasus penganiayaan (Foto : Polsek Dampit for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah jatuh tertimpa tangga. Pribahasa ini pantas untuk menggambarkan penderitaan Jayadi warga Dusun Amadanom Selatan, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit. Bagaimana tidak, meski terbukti tidak mencuri, seorang buruh tani tersebut tetap dianiaya oleh tetangganya sendiri.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Kanit Reskrim Polsek Dampit, Ipda Imam Arifin, mengatakan jika pelaku yang tega menganiaya korban ini bernama Samsudin warga Dusun Amadanom Selatan, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit. ”Setelah terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban, tersangka Samsudin akhirnya kami amankan. Pelaku diringkus petugas dengan tanpa perlawanan, saat yang bersangkutan sedang berada di kediamannya,” kata Imam, Minggu (27/10/2019) petang.

Dari laporan yang diterima kepolisian, kasus penganiayaan terjadi pada Selasa (22/10/2019) siang. Sesaat sebelum insiden memilukan itu terjadi, Jayadi diketahui sedang mencari kayu bakar dibelakang rumahnya.

Tidak berselang lama, datanglah tetangga korban yang bernama Samsudin. Tanpa sebab yang jelas, pria 60 tahun itu langsung menarik tangan korban dan mengajaknya ke kebun kopi yang tidak jauh dari tempat tinggal Jayadi.

Setibanya di lokasi kejadian, pelaku langsung menarik kaki sebelah kanan korban hingga terjatuh. ”Usai terjatuh korban sempat ditanya oleh tersangka terkait keberadaan sepeda motornya yang hilang. Tersangka menuduh korban adalah pelaku pencurian kendaraan miliknya,” terang Imam.

Merasa bukan dia pelakunya, Jayadi akhirnya membantah pernyataan yang dilontarkan oleh tersangka. Mendapat jawaban tersebut, Samsudin seketika menganiaya korban dengan menggunakan sebilah sabit. ”Tersangka memukul kepala korban dengan gagang sabit sebanyak 4 kali. Sabit tersebut milik korban yang digunakan untuk mencari kayu bakar di belakang rumahnya,” ungkap Imam saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Tidak berhenti di situ saja, Samsudin juga sempat menelanjangi korban sebelum akhirnya mengikatnya ke sebuah pohon kopi yang ada di sekitar lokasi kejadian. ”Korban diikat menggunakan kain yang sudah dibawa tersangka dari rumahnya,” sambung Imam.

Dalam kondisi tidak berdaya itulah, lanjut Imam, Samsudin tetap mendesak korban untuk mengaku jika dialah pelaku pencurian sepeda motor milik tersangka. Namun, Jayadi lagi-lagi membantahnya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Merasa tidak terima, tersangka akhirnya kembali menganiaya korban. Yakni dengan cara memukul kepala Jayadi menggunakan gagang sabit sebanyak 3 kali. ”Tidak hanya menganiaya dan menelanjangi korban, tersangka juga sempat memegang (maaf) kemaluan korban dan mengancam akan memotongnya,” ujar Imam.

Mendengar ancaman tersebut, korban akhirnya berteriak minta tolong. Mungkin karena takut ketahuan warga, pelaku akhirnya melepas korban yang sebelumnya telah diikat di sebuah pohon kopi. Selain itu, tersangka juga memberikan pakaian milik korban dan menyuruhnya agar segera memakainya serta menyuruhnya untuk pulang kerumahnya.

Sebelum membiarkan Jayadi pulang, tersangka sempat mengancam tetangganya tersebut. Yakni dengan cara memasukkan sebilah sabit ke dalam pakaian korban, yang kemudian menariknya sehingga menyebabkan baju Jayadi robek.

Merasa tidak terima atas perlakuan tersangka, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dampit. Dengan kondisi kepala yang mengalami memar, pria yang berusia kepala 6 itu mengaku jika baru saja menjadi korban penganiayaan.

Mendapat laporan, anggota Unit Reskrim Polsek Dampit diterjunkan ke lapangan guna memburu keberadaan pelaku. Namun, meski sempat disanggong ke rumahnya beberapa kali. Samsudin selalu tidak ada di kediamannya.

Beberapa hari kemudian, polisi yang mendapat informasi jika tersangka sudah kembali ke rumahnya, langsung bergerak untuk meringkusnya. Di hadapan petugas, pria 56 tahun itu mengakui perbuatannya dan hanya bisa pasrah saat digelandang polisi ke kantor Mapolsek Dampit. ”Tersangka saat ini sudah kami amankan. Kasusnya masih dalam tahap pendalaman, beberapa barang bukti juga sudah kami sita guna kepentingan penyidikan,” tutup Imam.