Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Project pengerjaan Seksi V Madyopuro sebagai exitchange terakhir dari Tol Mapan (Malang-Pandaan) masih berlangsung.

Prediksi arus lalu lintas keluar masuknya kendaraan yang padat mulai dilakukan antisipasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Beberapa upaya tersebut seperti melakukan rekayasa lalu lintas dan pelebaran jalan. 

Selain itu, Dishub telah menyiapkan kawasan terminal Madyopuro untuk dipermak. 

Kadishub Kota Malang Handi Priyanto menyatakan, rencana merevitalisasi terminal Madyopuro tengah digagas. 

Saat ini, masih dalam tahapan konsultasi pengawasan pemeliharaan terminal. "Ya, sekarang masih tahap lelang," ujar dia.

Untuk pelaksanaan revitalisasi tersebut, berdasarkan data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Malang, alokasi dana konsultasi di pagu APBDP 2019 senilai Rp 6 juta.

Sementara, untuk revitalisasinya senilai Rp 150 juta. 

Lebih lanjut, Handi menjelaskan proses pengerjaan pembenahan terminal Madyopuro masih akan menunggu tahapan lelang selesai.

"Ya kalau lelang selesai, bisa langsung digarap," jelasnya.

Pembenahan tersebut kata dia, menjadi salah satu rangkaian menyambut berlakunya exitchange terakhir Tol Mapan. 

Namun, tak hanya sebatas itu, kondisi di terminal Madyopuro dinilai memang perlu ada perbaikan agar tidak terlihat kumuh.

"Sarana penunjang lainnya kan sudah siap, menyambut tol. Namun memang perlu perbaikan-perbaikan di sana (terminal Madyopuro). Tujuannya agar kondisi terminal tidak terlalu kumuh," imbuhnya.

Menurutnya, di kawasan terminal Madyopuro masih butuh tambahan beberapa fasilitas umum.

Seperti toilet, saluran air dan yang lainnya.

Nantinya, saat revitalisasi tersebut pihaknya akan membangun sekitar 5 toilet umum. 

"Toilet dan saluran air itu di sana masih butuh ya. Nanti mungkin toilet kita buat lima," tandasnya.