Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni
Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni

MALANGTIMES - Rencana pembangunan sirkuit sepatu roda nampaknya harus tertunda. 

Karena rencana penganggaran pembangunan kawasan berolahraga bagi atlet sepatu roda itu belum diterima alias ditolak dalam rencana APBD 2020.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, rencana pembangunan sirkuit tersebut awalnya akan dilaksanakan di kawasan Gor Ken Arok. Namun masih belum dapat direalisasikan tahun depan.

"Kami anggarkan Rp 200 juta, tapi ditolak. Karena saat ini memang sedang konsentrasi membangun infrastruktur dulu, jadi anggaran harus dibagi-bagi dulu," katanya pada wartawan belum lama ini.

Meski rencana anggaran pembangunan tersebut dicoret, perempuan yang akrab disapa Dayu ini menjelaskan, rencana pembangunan akan tetap dimatangkan. 

Salah satunya melalui lelang konsultasi DED Gor Ken Arok untuk sirkuit sepatu roda. 

Saat ini, lelang senilai Rp 80 juta itu sudah diunggah melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Malang.

"Itu lelang untuk konsultasi DED," tambahnya.

Menurutnya, pasca lelang konsultasi DED rampung, maka tahapan berikutnya akan dilalui lebih mudah. 

Sehingga, rencana pembangunan sirkuit untuk memberi kemudahan bagi para atlet sepatu roda dapat segera direalisasikan. 

Dengan harapan, ke depan semakin banyak lagi torehan prestasi para atlet sepatu roda di kancah regional maupun nasional.

Lebih jauh Dayu menyampaikan dia terbuka dengan program CSR untuk pembangunan sirkuit sepatu roda di kawasan Gor Ken Arok tersebut.

Mengingat anggaran yang dipersiapkan saat ini memang harus ada pembagian yang tepat sesuai dengan perencanaan yang ada.

"Kalau ada CSR kami sangat terbuka dan harapkan itu. Agar sirkuit juga segera terbangun," pungkas Dayu.