Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan mesin gesek atau electronic data capture (EDC) e-retribusi di pasar tradisional Kota Malang masih belum maksimal. 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Itu ditunjukkan dengan realisasi yang baru mencapai 73 persen hingga memasuki  Oktober 2019. Padahal, penerapan sistem ini disinyalir mampu menekan kebocoran karcis yang beredar di area pasar. 

Upaya mengejar target hingga akhir tahun 2019 mendatang, Dinas Perdagangan Kota Malang bakal memerapkan sistem EDC di semua pasar tradisional di Kota Malang. Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, target pendapatan dari e-retribusi pasar tradisional tahun 2019 berkisar Rp 5,7 miliar. Pihaknya optimistis dalam sisa dua bulan lagi sampai akhir 2019, target tersebut dapat tercapai.

"Setiap bulan, realisasinya sebetulnya sudah melebih target bulanan yang ditentukan. Kami tetap optimistis akhir tahun nanti target itu tercapai," ujarnya.

Salah satu upaya yang kini tengah dilakukan Dinas Perdagangan yakni dengan memberlakukan program ekstensifikasi. Setiap pasar tradisional yang belum menerapkan e-retribusi akan segera mungkin dilakukan. "Pasar Blimbing salah satunya yang kemarin belum ini sudah mulai dijalankan. Alat EDC sebagai penunjang juga sudah dikirimkan," imbuh Wahyu.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Dengan demikian, penerapan e-retribusi yang belum dilakukan tersisa di dua pasar tradisional. Yakni, Pasar Besar dan Pasar Madyopuro. Hal itu masih terkendala keterbatasan alat. Namun, Dinas Perdagangan  tengah mengupayakan pengajuan secepatnya.

"Kedua pasar itu belum karena memang alatnya masih terbatas. Beberapa pedagang sebetulnya sudah membuka rekening dan menerima kartu ATM. Kami segera akan mengirim sirat pengajuan untuk alat EDC-nya. Sehingga, pasar-pasar tersebut bisa segera menerapkannya," pungkas Wahyu.