Kepala BKPSDM Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah saat ditemui awak media terkait jumlah kuota CPNS. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kepala BKPSDM Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah saat ditemui awak media terkait jumlah kuota CPNS. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menolak pengajuan jumlah kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang. Dari semula diusulkan 600 CPNS, ternyata hanya 527 yang disetujui Kemenpan RB. 

”Sebenarnya yang kami usulkan sebanyak 600, namun yang disetujui hanya 527,” kata Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah saat ditemui usai agenda pemerintahan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (26/10/2019) malam.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Menurut Nurman, 527 kuota CPNS itu terbagi menjadi tiga bagian. Tenaga pendidik menjadi sektor yang paling banyak. Yakni sejumlah 254 atau setara dengan 48,20 persen dari kouta yang sudah ditentukan.

Sedangkan dua formasi lainnya ditujukan bagi tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Rinciannya, sebanyak 32,45 persen atau setara dengan 171 CPNS dari sektor tenaga teknis dan 19,35 persen atau setara dengan 102 CPNS untuk bidang kesehatan. ”Ke depan, kami akan mengupayakan agar jumlah kuotanya bisa meningkat (lebih dari 527),” sambung Nurman.

Menurut dia, upaya meningkatkan kuota CPNS itu sudah sesuai dengan amanat yang disampaikan KPK. Yakni Pemerintah Kabupaten Malang diarahkan untuk memperbanyak jumlah staf di bagian barang dan jasa. ”Pengajuan jumlah kuota itu akan fokus terhadap dua formasi tersebut (barang dan jasa),” terang Nurman.

Ketika ditanya soal waktu pelaksanaan tes CPNS, Nurman mengaku masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. ”Namun kemungkinan akan dilaksanakan pada awal 2020 mendatang,” pungkasnya.