Datangi Pelangi Bangsaku ke-8, Inayah Wahid Yakin Bonus Demografi Berhasil Dihadapi Anak-anak Muda

MALANGTIMES - Pada tahun 2030-2040, Indonesia akan mengalami apa yang dinamakan dengan bonus demografi. Berhasil atau tidaknya Indonesia memanfaatkan bonus tersebut bergantung pada situasi Indonesia nanti.

Putri bungsu Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari Wahid yakin, Indonesia akan melesat maju setelah melihat siswa-siswi SMAK Kolese Santo Yusup Malang dalam Pelangi Bangsaku ke-8. "Bonus demografi adalah ketika usia produktif kita di negara Indonesia jauh melebihi usia yang tidak produktif," jelasnya saat memberi sambutan dalam pembukaan Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese Santo Yusup Malang, Sabtu (26/10/2019).

Itu artinya, pada 2030, jumlah para pekerja di Indonesia akan besar. Hal ini akan menjadi kekuatan bagi negara untuk maju. Namun demikian, Inayah mengingatkan, untuk berhasil menjadi negara maju di era bonus demografi itu, syaratnya adalah kondisi Indonesia harus sehat dan situasinya mendukung. "Kalau tidak bisa maka bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi," tandasnya.

Nah, event Pelangi Bangsaku yang diadakan SMAK Kolese Santo Yusup Malang, kata Inayah, mencontohkan bagaimana menjaga supaya Indonesia tetap sehat. "Kalau Indonesia itu dipimpin sama anak-anak yang kayak gini saya yakin Indonesia bakalan maju," tukasnya.

Untuk diketahui, event Pelangi Bangsaku menyajikan pagelaran dan pameran budaya. Pameran terdiri atas ratusan stan yang menyajikan pernak-pernik budaya dan informasi tentang daerah-daerah yang ada di Indonesia. Para siswa pun pada hari ini memakai pakaian adat dari seluruh Nusantara, totalnya berjumlah 26 provinsi.

"Kehidupan multi-culture yang selaras dan damai itu masih terus merupakan tantangan bagi kita semua. Jadi kami berharap dengan Pelangi Bangsaku ini ingin menginspirasi atau meyakinkan kita semua bahwa perbedaan-perbedaan itu akan indah seperti sebuah pelangi. Bisa menjadi indah karena warnanya yang berbeda, karena saling menghargai, dan hidup selaras," beber Ketua Panitia Pelangi Bangsaku 8, Yohana Ika Dewanti.

Sementara Kepala SMAK Kolese Santo Yusup Malang, Petrus Harjanto menyampaikan, Pelangi Bangsaku merupakan salah satu upaya menghargai semua perbedaan sebagai kekayaan Nusantara.

"Satu pesan kepada anak-anak, kita mempunyai kekayaan yg luar biasa. Suka tidak suka, mau tidak mau kalian yang harus mengurus negeri ini. Untuk itu semua harus disiapkan mulai dari sekarang," tuturnya.

Top