kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Angka stunting di Kota Batu masih  terbilang tinggi. Angkanya mencapai 28,3 persen. 

Karena itu, untuk menurunkan angka stunting itu, Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan menjalankan program smart catin (calon pengantin).

Smart catin itu menyasar kepada calon pengantin agar memiliki pemahaman tentang kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi. “Kalau selama ini untuk menekan stunting lebih  ke anak, sekarang kami ubah itu,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu drg Kartika Trisulandari.

Program itu dilakukan dengan menggandeng Kementerian Agama Kota Batu dan gereja di Kota Batu. Kemudian setiap calon pengantin akan mendapatkan buku kesehatan calon pengantin sebagai tanda telah mengikuti bimbingan kesehatan reproduksi.

“Buku itu kemudian bisa digunakan untuk kelengkapan administrasi pernikahan. Setiap calon yang memiliki kartu tersebut berarti telah mendapatkan pemaparan tentang kesehatan reproduksi,” ucap Kartika.

“Jadi, ketika catin ini mempersiapkan masa kehamilan, akan lebih baik. Karena itu, kami siapkan surat edaran wali kota Batu untuk tertib administrasi pendaftaran catin,” tambah perempuan yang juga dokter gigi ini.

Smart catin ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesehatan reproduksi. Terobosan lain yang dilakukan itu juga dengan merangkul para perias pengantin.

Para perias pengantin akan diberi materi tentang kesehatan reproduksi. Kemudian materi itu bisa disampaikan kepada calon pengantin yang mereka rias.

“Kenapa kok perias? Karena saat perias ini memberikan make up kepada catin, bisa sambil komunikasi dan memberikan pemahaman karena itu cukup efektif,” ucap Kartika.

Angka stunting di Kota Batu itu disebabkan bebedapa faktor. Antara lain makanan, sanitasi, dan pendidikan.