Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kiri) menyatakan akan mengajukan kenaikan anggaran untuk program bedah rumah 2020. (DPKPCK for MalangTimes)
Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat (kiri) menyatakan akan mengajukan kenaikan anggaran untuk program bedah rumah 2020. (DPKPCK for MalangTimes)

MALANGTIMES - Dinamika program pengentasan kemiskinan melalui bedah rumah terus berjalan di Kabupaten Malang. Khususnya di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang sebagai leading sector program tersebut.

Selain terkait bangun total, program bedah rumah  tahun depan direncanakan mengalami kenaikan bantuan. Yakni dari bantuan untuk satu rumah sasaran Rp 10 juta menjadi Rp 15 juta untuk tahun 2020 datang.

Kenaikan nominal bedah rumah senilai Rp 15 juta itu sebenarnya telah dimulai di tahun ini walaupun tak secara merata bagi rumah warga miskin yang menerima bantuan. Hal ini didasarkan pada kebutuhan rumah yang akan dibedah serta lokasi sasaran yang ada  tahun 2019 ini serta kebijakan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. Dia menyampaikan, pihaknya memang berencana dan akan mengusulkan bantuan bedah rumah  tahun 2020 menjadi Rp 15 juta secara merata.
"Kami usulkan jumlah bantuan bedah rumah naik secara merata. Hal ini karena pemerintah pusat juga telah menaikkan besaran anggaran itu," ucap doktor ilmu sosial ini.

Selain itu, lanjut Wahyu, setiap tahun terjadi perubahan harga bahan baku, ongkos tenaga kerja, serta lainnya. "Sehingga kami anggap patut kalau anggaran bedah rumah dinaikkan juga. Agar sisi manfaatnya juga dirasakan maksimal oleh warga sasaran," ujar Wahyu.

Pernyataan Wahyu diambil dari evaluasi beberapa tahun lalu. Dengan bantuan Rp 10 juta, program memang tak maksimal. Warga sasaran tak bisa menerima program secara tuntas. Misalnya, di sisi renovasi dinding, tak bisa secara utuh memakai batu bata semuanya sehingga disiasati sebagian pakai dinding kayu.

"Dengan adanya kenaikan anggaran, kami harapkan bisa lebih maksimal. Warga pun bisa merasakan hasil program secara lebih baik lagi," ucapnya.

Tak hanya berkutat di bedah rumah. DPKPCK Kabupaten Malang, yang juga berinovasi dengan rumah warga sasaran di lokasi pariwisata tahun ini, kembali akan menerapkan hal baru dalam program itu. Yakni terkait kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) dengan teknologi yang lebih lengkap.

Awalnya, program bedah rumah ditambahi WC yang jadi satu kesatuan. Tahun depan, ruang untuk MCK akan dilengkapi dengan septic tank dengan teknologi pengelolaannya lengkap. Sehingga dari pembangunan manual akan beralih tahun 2020 dengan bangun MCK yang ramah lingkungan.

"Untuk tahun depan, program bedah rumah akan menjadi plus plus. Karena selain memberikan rumah layak dan sehat, untuk MCK akan memakai septic tank yang mampu mengolah kotoran dari pembuangan itu," terang Wahyu. "Jadi, air buangan MCK keluar dari septic tank telah bersih dan tak mencemari lingkungan. Ini akan semakin menguatkan tiga program strategis Kabupaten Malang," imbuhnya.

Septic tank itu nantinya akan dibagikan bersamaan dengan bedah rumah. Untuk tahap pertama, ucap Wahyu, ada sekitar 380 septic tank dari bantuan pemerintah pusat untuk program tersebut.

"Jadi, program bedah rumah akan semakin lengkap. Manfaatnya bisa mengentaskan kemiskinan, optimalisasi pariwisata, daya dukung lingkungan hidup dan juga bisa menjadi alat pencegahan stunting," pungkas Wahyu.