Suasana saat seminar Pasar Modal di Aula Auditorium Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana saat seminar Pasar Modal di Aula Auditorium Unikama (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ati Retna Sari, SE. Ak. MSA. CA, Direktur Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memberi edukasi tentang pasar modal, guna membuka wawasan para mahasiswa Unikama mengenai pasar modal.

Ditegaskannya, pasar modal merupakan sesuatu yang juga menjanjikan selain profesi pekerjaan pada umumnya.

"Sebenarnya ada sisi lain. Ketika mereka di Fakultas Ekonomi kadang ditanya cita-citanya ada yang mau jadi pegawai bank dan lain-lainnya. Mereka sebenarnya tak perlu jadi pegawai, bisa jadi investor saham, dikerjakan di rumah, bisa jual saham sendiri, sahamnya juga saham perusahaan. Kita belinya juga dari Emiten," paparnya.

Selain itu, investasi tersebut tidaklah mahal. Sebab, untuk belajar, permodalan yang dibutuhkan bisa dimulai dari nominal Rp 50 ribu dan sudah bisa membeli saham. Namun, kembali lagi, jika memang ingin berhasil dalam Pasar Modal, mahasiswa terlebih dulu harus mengenal bagaimana sistem dan aturan dalam pasar modal.

"Kalau tak kenal maka tak sayang. Kalau sudah kenal, mereka akan ketagihan sendiri nantinya. Jual beli saham memang hal yang menguntungkan. Saat ini sendiri pelaku dalam pasar modal dari kalangan mahasiswa meningkat," jelasnya.

"Kalau untuk di Unikama, sementara kita wajibkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis dulu. Mungkin karena kuliahnya melekat di manajemen portofolio dan investasi di pasar modal hanya ada di Fakultas Ekonomi. Tapi dari prodi lain maupun dari luar juga ada yang datang kesini untuk mengetahui tentang pasar modal," tambahnya.

Sementara itu, memang diakui, jika meskipun telah banyak pelaku dalam pasar modal, namun juga masih banyak kalangan masyarakat yang belum melek mengenai pasar modal. Maka dari itu, dalam rangka edukasi, pihaknya juga menggelar seminar pasar modal
yang diikuti sekitar 200 orang dengan mendatangkan pemateri dari Bursa Efek Indonesia dan Phillip Sekuritas. Seminar dilakukan pada 24 Oktober 2019 dan 25 Oktober 2019.