Imunisasi BIAS yang dilakukan petugas kesehatan Dinkes Kota Malang di salah satu sekolah di Kota Malang beberapa waktu lalu (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Imunisasi BIAS yang dilakukan petugas kesehatan Dinkes Kota Malang di salah satu sekolah di Kota Malang beberapa waktu lalu (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menyeruaknya kabar adanya kasus Difteri yang melanda sejumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang hingga kini masih menjadi perbincangan. Bahkan, informasi yang beredar hal itu juga merambat ke sekolah lain yakni di SMAN 7 Malang.

Melihat kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) secara sigap memang telah melakukan penanganan tercepat dengan melakukan tes laboratorium SWAB dan juga pemberian obat Profilaksis. Namun, untuk pencegahan lebih lanjut pihak dinkes bakal menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada November mendatang.

Kepala Seksi Survelen Imunisasi Dinkes Kota Malang, dr Anik Hertin menyatakan imunisasi sebagai salah satu bentuk pencegahan dari penyakit Difteri. Nantinya, hal itu akan dilakukan ke semua sekolah SD/MI sederajat di Kota Malang melalui puskesmas-puskesmas di setiap wilayah.

"Difteri ini pencegahannya melalui imunisasi, maka dari itu BIAS ini nanti akan kami gelar bertahap selama sebulan penuh," ujar dia.

Dalam pelaksanaan tersebut, Dinkes Kota Malang juga mengimbau kepada orang tua murid untuk mengizinkan anak-anaknya mengikuti imunisasi tersebut. 

Terkait pencegahan Difteri sendiri, Anik menjelaskan jika kewajiban imunisasi tidak hanya berlaku bagi siswa sekolah. Tetapi teruntuk semua bayi dan kepada wanita terutama calon pengantin. 

"Selama imunisasinya lengkap, maka daya tahan tubuh kuat, Difteri pun bisa dicegah," imbuhnya.

Apalagi, penderita Difteri tidak bisa terlihat kasat mata. Karena penderitanya akan tetap terlihat sehat, namun jika tidak segera diketahui dan ditangani bisa berakibat menularkan kepada yang lainnya.

"Penderita carrier Difteri ini sehat. Cuma bisa menularkan ke orang lain. Jadi diperlukan upaya penanganan yang tepat," pungkasnya.