Flyer bedah buku yang akan diselenggarakan di Coffee Times (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Flyer bedah buku yang akan diselenggarakan di Coffee Times (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Coffee Times (CT) bisa dikatakan menjadi salah satu bahkan satu-satunya tempat nongkrong yang memiliki sajian menu dan fasilitas terlengkap di Malang Raya. Meski baru resmi dibuka dalam hitungan bulan, namun hingga kini sudah banyak konsumen Coffee Times yang sudah beralih menjadi pelanggan setia kafe yang berlokasi di Pasar Terpadu Dinoyo lantai 2 tersebut.

Saat ditemui MalangTIMES.com, A Yahya selaku Penggelola Coffee Times, mengaku jika tidak hanya pengunjung saja yang akan dilayani dengan sepenuh hati. Namun berbagai agenda mulai dari rapat, forum diskusi, ajang perlombaan, hingga kegiatan komunitas juga bisa dilaksanakan di Coffee Times.

”Kami selaku penggelola Coffee Times memang sengaja memberikan fasilitas untuk teman-teman (pengunjung) yang ingin menyalurkan hobi, seni, kreasi, hingga acara lomba dan lain sebagainya. Salah satu agenda terdekat adalah bedah buku yang akan diselenggarakan pada Selasa (29/10/2019) malam,” kata pria yang akrab disapa Yahya ini.

Pihaknya menambahkan, buku pertama yang akan dibedah di kafe yang berlokasi di samping Mall Dinoyo itu adalah Buku Kuliner Hindia Belanda 1901-1942.

Buku yang bertemakan sejarah perkembangan kuliner di era kolonialisme ini merupakan karya Pipit Anggraeni. Sepak terjang dara asli Kecamatan Tumpang di bidang karya tulis memang tidak perlu diragukan. Sebab selain menerbitkan buku, alumnus UM (Universitas Negeri Malang) ini juga mendedikasikan dirinya sebagai wartawan media online pertama dan terbesar di Malang, yakni wartawan MalangTIMES.com.

”Pada agenda bedah buku ini juga akan menghadirkan dua narasumber yang akan membedah buku tersebut. Selain dari tokoh akademisi, kami juga akan mengundang salah satu pelaku jurnalistik di Malang,” sambung Yahya.

Kedua narasumber yang akan dihadirkan itu, lanjut Yahya, adalah Dosen Binus Malang, Faishal Hilmy Maulida dan Pimred (Pimpinan Redaksi) MalangTIMES.com, Heryanto. ”Agenda bedah buku ini gratis dan dibuka untuk umum, bagi yang berminat silahkan hadir ke Coffee Times dan bisa menikmati serangkaian acara sambil memesan makanan, camilan dan minuman yang tersedia di Terminal Kopi Malang,” jelas Yahya.

Sebagai informasi, Coffee Times ini berlokasi di Lantai 2 Pasar Terpadu Dinoyo. Di sana para pengunjung bakal dimanjakan dengan berbagai varian menu yang dapat disajikan dalam kondisi panas, hangat, maupun dingin.

Dari segi menu yang dapat disajikan dalam kondisi panas tedapat minuman olahan kopi, yang meliputi kopi moro seneng, kopi ambyar, kopi tubruk, kopi Bromo, kopi Ijen, tubruk susu, french pres, v60, vdrip dan kopi luwak.

Sedangkan varian menu yang bisa dinikmati secara dingin yang disediakan di Coffee Times meliputi es kopi susu, ice milkshake kacang hijau, moccachino, macchiato, cappuchino, cokelat susu, dan lainnya sebagainya.

Kemudian untuk menu yang bisa disajikan dalam kondisi panas maupun dingin ada pilihan minuman susu, cokelat, teh, teh tarik, milkshake, cokelat susu, Josua, dan sebagainya.

Berbagai varian menu tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Sebab harga yang diwarkan dijual dengan harga yang berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 20 ribu.

Didukung dengan lokasi yang luas dan strategis, membuat para pengunjung tidak perlu khawatir bakal kehabisan tempat. Sederet kelebihan yang disediakan oleh pihak penggelola Coffee Times, dipastikan akan membuat pengunjung betah berlama-lama disana.

Sebab selain free wifi, pihak penggelola juga menyediakan fasilitas layar tancap lengkap dengan proyektornya, beberapa mikrofon, serta sound system. Dengan fasilitas penunjang inilah, membuat banyak komunitas hingga organisasi maupun instansi yang sudah menyelenggarakan acara di Coffee Times.

Sebelum ada acara bedah buku yang akan diselenggarakan pada Selasa (29/10/2019) mendatang. Coffee Times juga pernah dijadikan tempat rujukan untuk menyelenggarakan rapat, diskusi, nobar, acara perlombaan, hingga pentas seni dan kreasi.