Papan penyegelan yang ditandatangani Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan Pajak Daerah BP2D Kota Malang, Tedy S Soemarna sebelum dipasang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Papan penyegelan yang ditandatangani Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan Pajak Daerah BP2D Kota Malang, Tedy S Soemarna sebelum dipasang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jelang tutup buku 2019, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang berhasil menunjukkan progress baru. Salah satunya pada pencapaian pajak reklame yang kini sudah lebih dari 100 persen.

Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran, dan Penetapan Pajak Daerah BP2D Kota Malang, Tedy S Soemarna menyampaikan, hingga akhir 2019, target pajak sektor reklame di Kota Malang adalah Rp 19,5 Miliar. Namun hingga Oktober 2019, total pencapaian pajak reklame sudah menyentuh angka Rp 21,3 Miliar.

"Untuk reklame sudah melebihi target, tapi kami terus mengupayakan semua potensi yang ada," jelasnya pada wartawan di sela kegiatan operasi gabungan (opsgab) yang diselenggarakan BP2D Kota Malang bersama mitra kerja, Kamis (24/10/2019).

Upaya untuk meningkatkan potensi itu salah satunya adalah memberi tindakan tegas kepada WP bandel yang belum membayarkan atau menunggak kewajibannya. Seperti dalam operasi senyap yang dilakukan saat ini, ada sekitar Rp Rp 83,5 juta yang diselamatkan dari sekitar tujuh titik reklame yang masih menunggak.

Selain pajak reklame, menurutnya berbagai potensi lain akan terus digenjot hingga akhir 2019. Mulai dari potensi pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, hingga BPHTB. Dia optimis, target pendapatan pajak yang dibebankan akan tercapai seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk target sepanjang 2019 ini Rp 501 Miliar, dan sudah tercapai 73 persen. Sampai akhir 2019 kami optimis bisa menutup kekurangan sebesar 27 persen tersebut," jelasnya.