NasDem Mulai Bergerak, Siap Beri Kejutan di Pilkada 2020

MALANGTIMES - Penjaringan dan pencalonan bakal calon Bupati dan wakil 2020 tak hanya dilakukan PDI-Perjuangan. Partai politik  Nasional Demokrat (NasDem) yang berhasil meraih 7 kursi di DPRD Kabupaten Malang juga melakukan hal serupa. NasDem juga bergerak  membuka pendaftaran bacalon bupati yang akan ditutup hari ini (Rabu, 23 Oktober 2019) pada pukul 24.00 WIB malam nanti.

Penjaringan dan pendaftaran itu sampai saat ini telah diikuti oleh 3 orang bacalon bupati yang akan mengendarai NasDem. Yakni, Jufri Muhammad Adi seorang advokat, Dewan Pembina DPW NasDem Jawa Timur, Mochammad Geng Wahyudi, dan Fajar seorang pengusaha.

Walau tak mungkin bisa mengusung calonnya sendiri, NasDem menyampaikan, bahwa pihaknya optimis akan memberikan kejutan dalam Pilkada 2020 datang. Pasalnya, menurut Fauzi Akbar Wakil Ketua DPD NasDem Kabupaten Malang, beberapa parpol peraih kursi legislatif lainnya, sudah diajak berbicara terkait Pilkada 2020. "Kita telah lakukan komunikasi politik dengan PPP dan Partai Demokrat. Arahnya tentu untuk membahas koalisi dalam membangun kekuatan politik di Pilkada 2020 sampai seterusnya. Kita akan beri kejutan nanti dalam Pilkada 2020 ini," ucap Fauzi, Rabu (23/10/2019).

Tak hanya sedang membahas koalisi permanen dengan dua parpol itu,  NasDem juga mengklaim telah melakukan komunikasi dengan Gerindra. "Gerindra juga sudah komunikasi dengan kita,” ujarnya yang juga menambahkan, akan ada kejutan lain nantinya bagi parpol peraih kursi terbanyak di Kabupaten Malang, yaitu PDI-Perjuangan dan PKB. Yakni, terkait tokoh di luar parpol yang juga telah menghubunginya. Tokoh tersebut adalah Umar Usman, Ketua PCNU Kabupaten Malang yang telah ikut daftar di gerbong PDI-Perjuangan.

Fauzi menyampaikan ada kemungkinan bahwa Umar pun tertarik untuk maju melalui NasDem. "Kemungkinan itu pasti ada. Tapi beliaunya masih konsultasi dengan seseorang. Pendaftaran masih terbuka sampai nanti pukul 24.00 WIB," ujarnya.

NasDem yang telah bergerak dan aktif melakukan komunikasi politik dengan parpol peraih kursi lainnya. Bila benar-benar mewujud koalisi permanen, dimungkinkan akan jadi lawan kuat bagi PKB dan PDI-Perjuangan. Apalagi bila kedua parpol tersebut mengusung calon bupati dan wakilnya dari satu paket.

Maka, yang disampaikan Fauzi akan ada kejutan nantinya, bisa terbukti nantinya di Pilkada 2020. Sedangkan Golkar dengan raihan kursi 8 tentunya juga bila ingin mencalonkan dalam kontestasi Pilkada 2020 haruslah berkoalisi. Maka, tak ada jalan bagi Golkar selain bersama NasDem, PPP, Gerindra dan Demokrat. Atau Golkar akan masuk pada dua kekuatan besar yaitu PDI-Perjuangan atau PKB.

Bola Pilkada 2020 akan terus bergulir di kaki para politisi di parpol peraih kursi. Mesin politik pun mulai memanas walau sebagian parpol tak menampakkannya di permukaan. Tokoh-tokoh di luar partai pun jangan dianggap enteng, dengan berbagai perhitungan politik dari berbagai kalangan. Mereka akan juga jadi penentu dalam Pilkada 2020 datang. Kita tunggu permainan berikutnya sepanjang akhir tahun 2019 ini.

Top