Petugas saat menemukan korban sudah tak bernyawa (ist)
Petugas saat menemukan korban sudah tak bernyawa (ist)

MALANGTIMES - Selasa malam (22/10/2019), warga Jalan MT Hariono 5, Rt 3 Rw 1, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, heboh. Hal itu setelah tercium bau busuk dari salah satu kamar tempat kos milik warga sekitar.

Karena tak tahan dengan bau busuk yang menyengat, ditambah rasa penasaran bersumber dari apa bau tersebut, warga yang pertama kali mencium bau tersebut, yakni Yulius dan Paulus akhirnya melaporkan hal tersebut kepada pemilik kos, yakni Bambang Rudyansah.

Dari situ, pemilik kos kemudian mengatakan jika kamar yang memunculkan bau tak sedap tersebut diketahui sejak tiga hari tak pernah terlihat terbuka. Kamar itu sendiri dihuni oleh Andi Harisman (50), seorang Dosen
Seni dan Desain Universitas Negeri Malang.

Kemudian pemilik kos dan Yulius mendatangi ketua RT setempat untuk melaporkan perihal bau tak sedap yang tercium dari kamar Andi Harisman. Setelah itu, ketua RT setempat juga meneruskan laporan warga tersebut ke Polsek Lowokwaru.

Warga dan pihak kepolisian yang mendatangi lokasi, lantas berupaya membuka pintu kamar kos tersebut. Namun saat dicoba dibuka, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Petugas kemudian meminta izin kepada pemilik kos untuk mendobrak kamar tersebut.

Dan saat berhasil didobrak dan kemudian petugas masuk, didapati jika penghuni kos, Andi Harisman telah didapati tak bernyawa dalam kondisi terduduk di kursi di samping jendela.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan menimbulkan bau tak sedap yang menusuk hidung. Dari kondisi tersebut, diduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono, membenarkan mengenai adanya seorang pensiunan dosen yang ditemukan meninggal di dalam kos.

"Iya benar. Dugaan meninggal karena sakit, korban tinggal sendiri tidak ada keluarga," pungkasnya (23/10/2019).

Sementara itu, mengenai profesi korban yang merupakan dosen UM, nampaknya benar adanya. Sebab, dari beberapa penelusuran pencarian di google, nama korban memang tercatat sebagai pengajar di UM.