Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto saat membuka acara Semiloka Penguatan SPMI. (Foto: Humas)
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Totok Kasianto saat membuka acara Semiloka Penguatan SPMI. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kota Malang senantiasa berbenah diri untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu pembenahan tersebut yakni melalui kebijakan zonasi. Hal ini dinyatakan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malan Drs Totok Kasianto dalam Semiloka Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SMP tahun 2019 di Gedung Pertamina SMKN Negeri 2 Malang (22/10/2019).

Kebijakan zonasi sektor pendidikan yang telah dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang dalam rangka peningkatan mutu serta pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Dikatakan Totok, zonasi di Kota Malang tidak hanya menyentuh pada level peserta didik melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) semata, namun juga telah merambah distribusi tenaga pendidik.

"Ke depan tidak menutup kemungkinan kebijakan zonasi sarana prasarana akan diterapkan demi terciptanya pemerataan kualitas pendidikan di Kota Malang khususnya dan Nusantara  umumnya," ucapnya.

Zonasi tenaga pendidik sendiri telah dilaksanakan ditandai dengan distribusi ratusan guru dari satu sekolah ke sekolah lain dengan pertimbangan jarak rumah dengan sekolah maupun rentang waktu pengabdian guru pada sebuah satuan pendidikan.

"Dengan dekatnya jarak tempuh guru dari rumah ke sekolah tempatnya bertugas, diharapkan mampu menghemat waktu, tenaga, mengurai kemacetan, serta penyegaran organisasi," ucap Totok.

Kepada tenaga pendidik, Totok berpesan agar tidak tebersit rasa salah dalam benak atau pikiran guru manakala mendapatkan surat tugas untuk pindah tempat pengabdian (mutasi).

"Jangan identikkan mutasi dengan hukuman atau saya salah apa sehingga dimutasi. Percayalah bahwa kebijakan zonasi tenaga pendidik ini tidak lain dan tidak bukan demi peningkatan serta pemerataan kualitas pendidikan," tandas Totok.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Siti Ratnawati SH MPd mengatakan bahwa kegiatan Semiloka SPMI dilaksanakan agar satuan pendidikan mampu memahami dan mengevaluasi pelaksanaan SPMI di sekolahnya masing-masing.

Semiloka SPMI jenjang SMP tahun 2019 tersebut diikuti oleh 201 orang tim koordinator SPMI dari 70 SMP negeri dan SMP swasta se-Kota Malang. Kegiatan itu dilaksanakan hingga hari ini (Rabu, 23/10/2019).

"SPMI yang berjalan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan diselenggarakan untuk mengevaluasi seberapa jauh satuan pendidikan berperan dalam melaksanakan sistem yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan proses yang terkait dalam melaksanakan penjaminan mutu pendidikan yang berkualitas dalam rangka memenuhi atau melampaui standar nasional lendidikan," ungkapnya.