Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono dalam bimtek pengembangan dan pengelolaan BUMDesa (for MalangTimes)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono dalam bimtek pengembangan dan pengelolaan BUMDesa (for MalangTimes)

MALANGTIMES - Keberadaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, telah membuka ruang lebar bagi pemerintah desa (pemdes) untuk mengeksplorasi potensi ekonomi kerakyatan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

BUMDesa pun mulai tumbuh dan menguat di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Support penganggaran melalui Dana Desa, sampai dengan ruang lebar untuk pembangunan sumber daya manusianya, menjadi lahan subur bagi pemdes untuk mengungkit potensi yang dimilikinya. Serta mengkapitalisasikannya dengan pola dan aturan dalam BUMDesa.

Tak hanya itu, dorongan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait keberadaan BUMDesa pun patut diapresiasi. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Malang, maupun secara langsung disentuh oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Didik Budi Muljono. BUMDesa terus dikuatkan keberadaannya dalam ikut serta menyukseskan program pengentasan kemiskinan sekaligus kemandirian desa.

"BUMDesa di Kabupaten Malang terus menggeliat dan kita apresiasi itu. Artinya proses untuk saling bersinergi antara desa dan Pemkab Malang dalam pembangunan semakin menguat. Ini hebat dan patut terus didorong kita semua," ucap Didik Budi, Selasa (22/10/2019).

Didik Budi juga menyampaikan, bahwa telah bermunculan BUMDesa yang sudah diakui keberhasilannya di tingkat nasional. Hal ini bisa jadi contoh bagi pemdes lainnya untuk ikut serta berlomba untuk kemakmuran desanya melalui BUMDesa. "Gali potensi, rembuk bersama dan jalankan. Jangan takut duluan dan tak percaya diri dulu. Tumbuhkan percaya diri bahwa kita bisa, kita hebat untuk kebaikan masyarakat," ujarnya.

Hal itu pula yang disampaikannya dalam acara bimbingan teknis pengembangan dan pengelolaan BUMDesa yang melibatkan  Kepala Desa dan pengurus unit usaha milik desa, di 76 desa se-Kabupaten Malang.

Peserta pengembangan dan pengelolaan BUMDesa se-Kabupaten Malang

Didik Budi juga menyampaikan, potensi besar perekonomian rakyat melalui BUMDesa merupakan peluang lebar yang bisa terus dieksplorasi oleh desa. Pemkab Malang, tentunya juga tak akan tinggal diam dan hanya menjadi penonton saja dengan semakin menggeliatnya kekuatan ekonomi perdesaan itu.

"Ini peluang besar. Misalnya di sektor pasar desa dan sampah yang bisa dikelola oleh BUMDesa. Ini bisa jadi pendapatan asli desa bila dikelola dengan baik dan benar. Pemkab Malang selalu siap untuk mendampingi itu," tegasnya.

Tapi, lanjutannya, tumbuhkan terus rasa percaya diri untuk menuju hal itu. "Kalau BUMDesa di Pujon Kidul, misalnya bisa, kenapa desa lain tidak. Saya pastikan bisa juga, tapi tumbuhkan percaya diri untuk berbuat dengan konsep, perencanaan dan pelibatan masyarakat sebagai dasarnya," ucap Didik Budi.

Seperti diketahui, telah berdiri 248 unit BUMDesa di 378 desa di Kabupaten. Jumlah tersebut belum semuanya berjalan secara maksimal dalam perannya sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat desa. Tapi, rata-rata BUMDesa yang telah ada terus berjalan dan menggiatkan berbagai inovasinya. 

Selain tentunya juga penguatan sumber daya manusia atau pengurus BUMDesa maupun pemerintah desa yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Malang. "Dari yang belum maksimal itu teruslah berinovasi dalam mengembangkannya. Percaya diri bahwa Anda mampu untuk itu. Sekali lagi kita selalu siap untuk memfasilitasi berbagai kendala yang ada," tandas Didik Budi.