Ilustrasi penggelapan mobil (momobilid)
Ilustrasi penggelapan mobil (momobilid)

MALANGTIMES - Kejadian ini nampaknya bisa menjadi pelajaran bagi para pemilik rental mobil, untuk berhati-hati menyewakan unit mobil miliknya tanpa sopir kepada customer. Pasalnya, jika sembarangan melepaskan mobil untuk disewakan tanpa pilih-pilih konsumen, bisa jadi apes ditemui.

Seperti halnya dialami S (59) pemilik rental mobil yang ada di kawasan Jalan Danau Limboyo Utara, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang. Ia mempolisikan warga Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, bernama Luqmanul Khakim (29).

Hal itu dilakukan S setelah Luqmanul hanya mengobral janji untuk segera mengembalikan mobil rental milik S yang disewa. Sesuai perjanjian kendaraannya disewa selama selama satu Minggu. Namun setelah masa jatuh tempo sewa, justru tak ada kejelasan dari Luqmanul untuk segera mengembalikan. Bahkan, diduga kendaraan tersebut digelapkan. 

Dugaan penggelapan mobil rental milik korban bermula dari pelaku yang mendatangi kantor rental mobil korban pada 2 Juli 2019. Di situ pelaku menyewa satu unit mobil berjenis Kijang Innova warna silver bernopol BN 813 BR beserta STNK nya.

Dan sampai saat ini, hampir tiga bulan sejak masa awal sewa, mobil rental milik korban tak kunjung dikembalikan dan tidak diketahui keberadaannya. Bahkan pelaku yang sudah seringkali dihubungi oleh korban, tidak menunjukan itikad baik untuk segera mengembalikan mobil. Pelaku hanya terus berjanji untuk segera mengembalikan kepada korban.

Karena korban yang telah habis kesabaran dan merasa ditipu, akhirnya melaporkan Luqmanul ke Polres Malang Kota (22/10/2019. Akibat kejadian ini, korban harus menderita kerugian Rp 250 juta.

Mengenai kasus tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander melalui Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya untuk para pengusaha rental mobil.

Setiap melepaskan kendaraan kepada customer, harus selalu penuh pertimbangan dan selalu memeriksa dokumen-dokumen yang menjadi jaminan benar-benar asli dan tak bermasalah. "Untuk kasusnya, saat ini masih dalam penyelidikan dan segera memeriksa saksi-saksi,"pungkasnya.