Pertanian wortel yang mati usai badai angin di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
Pertanian wortel yang mati usai badai angin di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Bencana badai bercampur debu yang menyebabkan gagal panen menimbulkan banyak kerugian bagi petani di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penanganan bagi petani yang terdampak bencana tersebut pun menjadi pembahasan anggota dewan, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beserta kepala desa Sumber Brantas. Hal itu dikarekan sebagian petani menggunakan dana pinjaman. 

Wakil Ketua II DPRD Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, pada Selasa (22/10/2019) pihaknya bersama kepala Desa Sumber Brantas telah bertemu dengan pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membahas gagal panen di sana. “Tadi siang kami sudah bertemu dengan puhak OJK dan BI membahas pertanian pasca bencana angin kencang di sini,” ungkap Heli saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan hadirnya BI dan OJK, melihat banyak petani di sana yang melakukan pinjaman uang untuk pertaniannya. Sebab saat gagal panen seperti ini, tentunya para perani akan bingung untuk melunasi hutangnya. “Karena kan gak semua petani di sini menggunakan uang pribadi, banyak dari mereka juga yang kredit di bank juga. Jadi bertemunya kami dengan BI dan OJK mencari solusi,” imbuhnya. 

Heli yang juga warga Desa Sumber Brantas bersama kepala desanya itu meminta penundaan angsuran pada bulan Oktober ini. Dan meminta kebijakan khusus lainnya. “Namun OJK dan BI di sini memberikan solusi juga kepada kami bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) ada asuransinya dan gak ribet,” tambah politisi Partai Gerindra Kota Batu. 

Ya semua pertanian di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji kini gagal panen lantaran angin kencang tersebut. Komoditas pertanian unggul gagal itu seperti wortel, kentang, dan sawi di lahan seluas kurang lebih 500 hektare. 

Terlihat tanaman sayur itu tanahnya terbawa oleh angin. Kemudian banyak sayur seperti wortel terlihat mati sudah keluar dari tanah di area persawahan di Sumber Brantas. Hal itu pun terlihat cukup miris dengan keadaan tersebut.

Selain lahan kentang, wortel, dan sayur, kerusakan juga terlihat di semua kebun apel wilayah lereng Arjuno Besta dan Gimbo Desa Tulungrejo. Buah apel rontok jatuh dari pohon sebelum masa panennya. 

Kemudian beberapa pohon apel turut ambruk. Namun hingga saat ini masih belum diketahui berapa kerugian pertanian akibat bencana ini.