Pertanian wortel yang layu usai badai angin di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)
Pertanian wortel yang layu usai badai angin di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Desa Sumber Brantas merupakan penghasil komoditas unggul sayur wortel, kentang, dan sawi. Namun, pada musim kali ini, beragam komoditas pertanian tersebut tak bakalan bisa dihasilkan secara maksimal. Karena sebagian besar lahan pertanian mereka juga terdapak badai disertai dengan debu yang melanda Desa Sumber Brantas, Kecamatan.

Sebelum terjadinya bencana, para petani ada yang akan memulai menanam, ada juga yang proses penanaman, hingga akan panen. “Ada yang akan mulai tanam, sudah ada yang setengah prosesnya, ada juga yang akan panen,” ungkap Heli Suyanto warga Desa Sumber Brantas.

Heli yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Kota Batu ini menambahkan, lahan pertanian di sana ada ratusan hektare. Dengan pertanian yang paling unggul adalah kentang. 

Dengan adanya bencana ini, membuat seluruh pertanian di sana gagal panen. Bagaimana tidak, tanah pada tanaman sayur itu terbawa oleh angin.

Bahkan, banyak sayur seperti wortel terlihat mati sudah keluar dari tanah di area persawahan di Sumber Brantas. Hal itu pun terlihat cukup miris dengan keadaan tersebut. “Ya mau bagaimana lagi, karena semua ini bencana. Ya semua pertanian yang ditanam gagal panen,” imbuhnya, Selasa (22/10/2019). 

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ya mungkin ini peribahasa yang sedang menimpa para petani di Desa Sumber Brantas.

Selain itu juga berapa jumlah kerugian pertanian yang gagal panen masih dalam proses pendataan. Rencananya, Dinas Pertanian juga akan memberikan bantuan terhadap pertanian di sana.