Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Dokumentasi MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Permasalahan kemiskinan rupanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Karena itu, upaya pengentasan saat ini tengah difokuskan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, salah satu penyebab upaya pengentasan kemiskinan tersebut kurang berjalan lantaran penataan database yang belum sesuai akurasinya.  Itu mengingat angka kemiskinan di Kota Malang berada di kisaran angka 4 persen. Jadi, ada 34-35 ribu penduduk kategori miskin dari total 900 ribu penduduk di Kota Malang.

"Database ini harus penting dan akurasi database-nya juga jelas," ujarnya ditemui usai Rakor Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Balai Kota Malang, Selasa (22/10)

Sutiaji menjelaskan, upaya pengentasan tersebut masih dirasa tumpang tindih. Dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut serta dalam pengelolaan kegiatan dalam upaya tersebut, programnya belum berkelanjutan.

"Kemiskinan dan pengangguran itu kan linear. Misalnya diadakan pelatihan. Tapi setelahnya yang dilatih ini hanya menjadi pengangguran terampil. Nah, bagaimana pengangguran yang terampil dan menjadi pekerja itu yang kurang," imbuhnya.

Padahal, upaya lainnya untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Malang juga diharapkan mampu dalam peningkatan ekonomi mikro agar tidak berjalan di tempat saja. Penguatan ekonomi mikro tersebut  masih perlu pendampingan dengan melibatkan lembaga terkait.

"Jadi, mengangkat ekonomi mikro yang mestinya naik satu menjadi ekonomi kecil ini masih jalan di tempat. Ini yang juga harus ada sinergi dengan lembaga yang melayani ke depannya," pungkas Sutiaji.