Para jamaah saat melaksanakan salat istisqa di lapangan Lesti Utara, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Selasa (22/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para jamaah saat melaksanakan salat istisqa di lapangan Lesti Utara, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Selasa (22/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga Kota Batu menggelar salat istisqa, Selasa (22/10/2019). Diikuti sekitar 400 jamaah, salat minta hujan ini berlangsung di lapangan Lesti Utara, Kecamatan Batu.

Salat istisqa mirip salat id pada hari raya. Yakni salat dua rakaat dengan 7 takbir pada rakaat pertama, 5 takbir pada rakaat kedua, kemudian ditutup 2 khutbah. 

Saat salat berlangsung, puluhan hewan ternak berada di sekeliling jamaah.  “Sesuai anjuran ajaran Islam, binatang piaraan atau ternak seyogyanya sekalian dikumpulkan di area tempat dilaksanakan salat di lapangan,” ungkap Kepala MI Darul Ulum Ulul Azmi.

Bukan hanya itu. Jamaah yang mengikuti salat istisqa harus berbusana sederhana serta  tidak diperkenankan bersolek dan menggunakan parfum.

Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan. Ulul Azmi menambahkan, salat istisqa digelar melihat bencana di Kota Batu yang ekstrem. Mulai dari adanya kebakaran, kekeringan, hingga bencana angin kencang yang terjadi di Desa Sumber Brantas yang membuat ribuan warganya mengungsi.

“Salat ini kami lakukan untuk memohon diturunkan hujan. Tetapi bukan hujan yang memberikan azab, menimbulkan bencana, dan membawa wabah penyakit,” kata Azmi.

Menurut dia,  niat digelarnya salat ini sebagai upaya untuk menanggulangi bencana alam di Kota Batu. “Penkot Batu, masyarakat yang membantu sudah memberikan yang terbaik. Dan yang bisa kami berikan melalui salat ini,” imbuhnya. 

“Upaya fisik sudah dilaksukan dengan maksimal, tapi juga perlu dibarengi dengan doa kepada Tuhan agar bencana tidak meluas, berkelanjutan, dan makin parah. Semoga segera diturunkan hujan dan bencana di Kota Batu usai,” harap Azmi.

Sebelumnya, Senin (21/10/2019) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi  pengungsi di Kota Batu meminta hadiah pada Hari Santri Nasional (HSN). Hadiah yang diinginkannya itu adalah salat istisqa, khususnya bagi yang di Malang Raya.  

“Saya ingin mohon warga Jatim, terutama pesantren, apalagi besok (Selasa hari ini) Hari Santri, mohon hadiah dari pesantren untuk salat istisqa,” ungkap Khofifah. “Sebelumnya beberapa bagian daerah Jawa Timur melakukan salat istisqa karena dilanda kekeringan. Setelah salat istisqa, lima kabupaten mendung dan turun hujan,” tambahnya.