Kurang dari 24 Jam, 5 Insiden Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Minggu (20/10/2019) siang hingga Senin (21/10/2019) dini hari, menjadi moment paling sibuk bagi petugas PMK Kabupaten Malang. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, terdapat 5 titik di Kabupaten Malang yang menjadi sasaran amukan si jago merah.

Berdasarkan data yang dihimpun PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, musibah kebakaran pertama kali terjadi pada Minggu (20/10/2019) siang. Tepatnya, sekitar pukul 13.45 WIB lahan bambu yang berlokasi di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang ludes dilahap api.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kejadian, sempat kesulitan saat berupaya memadamkan api di lahan bambu milik Rino Herdianto tersebut.

Dengan dibantu warga dan petugas kepolisian setempat, api akhirnya bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam pasca kebakaran terjadi. Tidak ada korban jiwa atas insiden ini, hanya saja kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

”Penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman polisi, diperkirakan musibah kemarau serta hembusan angin yang kencang membuat api yang diduga berasal dari putung rokok tersebut cepat merambat dan membakar lahan bambu milik korban,” kata Kepala Seksi PPBK Kabupaten Malang, Agus Suyanto, Senin (21/10/2019).

Sore harinya (Minggu 20/10/2019), tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB musibah kebakaran kembali terjadi di sebuah lahan pinus yang berlokasi di Jalan Purwosari, Kecamatan Singosari.

Lokasi kebakaran yang berdekatan dengan pintu tol Mapan (Malang - Pandaan), membuat masyarakat serta pengguna jalan khawatir jika api akan merembet ke akses jalan bebas hambatan tersebut.

Hingga akhirnya, salah satu warga berinisiatif untuk menghubungi petugas PMK Kabupaten Malang. Sesaat setelah mendapat laporan, tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.

Berkat kesigapaan petugas, api tidak sampai meluas ke sekitar lokasi kebakaran. Tidak ada korban jiwa atas insiden ini, hanya saja puluhan pohon pinus yang terbakar membuat kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. ”Penyebab kebakaran di lahan pinus yang berada di pintu masuk tol masih sama, yakni diduga karena putung rokok yang dibuang sembarangan,” jelas Agus kepada MalangTIMES.com.

Di saat yang nyaris bersamaan, petugas berseragam biru ini juga mendapat informasi jika lahan bambu yang ada di kawasan perumahan Bumi Perkasa Regency, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso juga sedang diamuk si jago merah.

Mendapat adanya informasi kebakaran, sekitar pukul 18.00 WIB petugas PMK Kabupaten Malang diterjunkan ke lokasi kejadian. Sedikitnya ada 3 armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api di lahan bambu milik Suadi tersebut. ”Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 5 juta. Informasinya, penyebab kebakaran diduga karena sampah yang dibakar warga di sekitar lokasi kejadian, merembet ke lahan bambu milik korban,” terang Agus.

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 20.00 WIB giliran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Kecamatan Wagir yang terbakar. Saat pertama kali diketahui, api sudah membesar dan menyambar ke lahan bambu yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Khawatir jika merembet ke rumah warga, perangkat desa setempat akhirnya menghubungi PMK Kabupaten Malang. Tidak tangung-tangung, empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. ”Dari informasi yang dihimpun petugas, indikasi api bermula dari limbah sampah di TPA yang terbakar. Lantaran terlambat diketahui, api akhirnya merembet ke lahan bambu yang ada di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Agus.

Beruntung, akibat insiden kebakaran ini tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Selain itu, api juga tidak sempat merembet ke rumah padat pemukiman warga tersebut. Namun demikian, petugas PMK Kabupaten Malang membutuhkan waktu berjam-jam untuk menjinakkan kebakaran. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar 7 jam pasca insiden kebakaran terjadi,” kata Agus saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Senin (21/10/2019).

Terakhir, peristiwa kebakaran terjadi di Kafe Sawah yang berlokasi di Pujon Kidul, Kecamatan Pujon. Dikabarkan kandang kuda yang berlokasi di sekitar lokasi kejadian ludes dilahap api. Bahkan, satu ekor kuda ditemukan tewas akibat terpanggang pada insiden kebakaran tersebut. ”Tidak ada korban jiwa, hanya saja satu ekor kuda tewas atas insiden kebakaran tersebut,” lanjut Agus.

Agus menambahkan, guna menjinakkan amukan si jago merah, pihaknya menerjunkan beberapa petugas dan 3 unit pemadam kebakaran. Meski sempat kualahan menjangkau titik api, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 1 jam paska insiden terjadi.

”Kasusnya masih dalam penyidikan petugas kepolisian, terkait penyebab dan kerugian yang disebabkan karena peristiwa kebakaran ini masih didalami polisi,” tutup Agus.

Top