Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pengungsi di Posko Balai Deaa Punten, Senin (21/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pengungsi di Posko Balai Deaa Punten, Senin (21/10/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jawa Timur sedang diguncang bencana, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta hadiah pada Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Selasa (22/10/2019). Hadiah yang dinginkannya itu adalah salat istisqa khususnya di pesantren seluruh Jawa Timur.

Salat Istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan. “Saya ingin mohon warga Jatim, terutama pesantren, apalagi besok hari santri, mohon hadiah, dari pesantren, untuk salat istisqa,” ungkap Khofifah, Senin (21/10/2019).

“Sebelumnya di beberapa bagian daerah Jawa Timur melakukan salat istisqa karena dilanda kekeringan. Setelah salat istisqa di lima kabupaten mendung dan turun hujan,” tambahnya.

Jikalau 50 persen pesantren di Malang Raya lanjut Khofifah, melaksanakan salah istisqa dirasa akan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. “Jadi ini adalah munajat untuk memohon Allah berkenan menurunkan hujan yang membawa berkah bagi bumi Jawa Timur, yang tentu adalah hujan yang membawa berkah bagi daerah-daerah khususnya Malang Raya,” tambah Khofifah saat di posko Balai Desa Punten. 

Ia pun berharap hadiah itu bisa diwujudkan oleh masyarakat Malang Raya, agar bencana yang ada dibeberapa titik itu bisa segera berakhir. 

Sedang saat ini ada 1.182 orang pengungsi  rinciannya, Posko Pengungsi SDN 01  Punten sejumlah 149 orang. Lalu di  Balai Desa Punten sejumlah ada 356 orang.

Kemudian di Balai Desa Sidomulyo sejumlah 126 orang. Lainnya di posko Posko BPBD Kota Batu sejumlah ada 388 Pengungsi. Posko Pengungsi Desa Sidomulyo sejumlah ada 33 orang. Di Balai Desa Tulungrejo sejumlah ada 27 pengungsi. Dan di Rumah Dinas  Wali Kota Batu sejumlah 103 Pengungsi.