Suasana pembukaan Bazar Wisata Halal yang dipimpin langsung Wali Kota Malang Sutiaji. (dua dari kiri) di Jl Gajah Mada, Senin (21/10) (Foto: Humas Pemkot Malang)
Suasana pembukaan Bazar Wisata Halal yang dipimpin langsung Wali Kota Malang Sutiaji. (dua dari kiri) di Jl Gajah Mada, Senin (21/10) (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Rencana perwujudan konsep wisata halal di Kota Malang memang tidaklah mudah.  Itu lantaran bukan hanya mengandalkan sebuah usaha atau produk berlabel halal, tapi harus memiliki sertifikasi halal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tengah berupaya dalam mewujudkan hal itu. Bahkan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga didorong untuk segera mengurus proses sertifikasi halal tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 30 pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kota Malang yang tengah dalam proses sertifikasi halal tersebut.

"Tahun ini kami memfasilitasi sebanyak 30 dapur hotel dan restoran untuk diajukan legalitas halalnya ke LPPOM Provinsi Jatim," ujarnya dalam acara Bazar Wisata Halal di Jl Gajahmada, Kota Malang, Senin (21/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penguatan dalam sektor destinasi wisata halal unggulan memang telah diatur dalam UU No 33 Tahun 2014 dan PP No 31 Tahun 2019 tentang pelaksanaan jaminan produk halal bagi masyarakat. Hal itu, sudah mulai diterapkan sejak 17 Oktober 2019 lalu. "Adapun yang diwajibkan dalam sertifikasi halal itu produk olahan makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan," imbuhnya.

Karena itu, pihaknya dalam kesempatan ini juga memberikan sosialisasi kepada para pelaku UMKM untuk mempersiapkan sertifikasi halal dalam menunjang produknya. Khususnya bagi produk oleh-oleh yang banyak digemari wisatawan.

"Dalam kegiatan Bazar Wisata Halal ini salah satunya, kami  juga melaksanakan sosialisasi sertifikasi halal bagi produk makanan minuman. Kami ingin mereka para pelaku UMKM dan stakeholder lainnya untuk segera mengurus sertifikasi halal untuk produk mereka," tandas perempuan yang akrab disapa Dayu itu.