Hutan Kota Polowijen, Ruang Terbuka Hijau Berkonsep Embung Penyerap Air

Oct 21, 2019 12:55
Visualidasi salah satu fasilitas di Hutan Kota Polowijen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Visualidasi salah satu fasilitas di Hutan Kota Polowijen (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang membangun ruang terbuka hijau (RTH) hutan kota berkonsep embung atau berkonsep taman resapan air. RTH yang dibangun tersebut yakni Hutan Kota Polowijen yang berada di samping Kantor Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Disperkim Ir Kuncahyani mengatakan, pembangunan  Hutan Kota Polowijen yang berkonsep memiliki embung tersebut memang selaras dengan gerakan untuk menabung air.

Baca Juga : Riset: Surabaya, Gresik, dan Malang Selatan Alami Perubahan Ketinggian Permukaan Tanah

"Di situ ada semacam kolam atau embung. Jadi, bisa menampung air, menjadi daerah resapan sehingga air tidak ke mana-mana. Di sekitaran kolam juga dipasangi batu-batu, yang nanti meskipun dalam kondisi kering tetap bisa dinikmati keindahannya. Di sana nanti juga ada scruplture yang bisa untuk selfie," ungkapnya (21/10/2019).

Selain itu, di Hutan Kota Polowijen nantinya juga akan terbangun fasilitas lain yang  turut memperindah dan memanjakan para pengunjung. Fasilitas tersebut seperti gym outdoor, kursi taman, bloking tanaman, kamar mandi dan kantor yang mempunyai bentuk unik, ditambah lampu dekorasi dan lampu sorot. "Nanti di ornamen dan signage-nya diberi lampu sorot, sehingga semakin indah dan bagus," kata Kuncahyani.

Dengan fasilitas-fasilitas yang ada tersebut, selain memanjakan para pengunjung taman maupun untuk warga yang melakukan aktivitas olahraga gym outdoor, adanya Hutan Kota Polowijen juga bisa dimanfaatkan untuk bersantai bagi masyarakat saat mengurus sesuatu di Kantor Kelurahan Polowijen.

"Jadi, masyarakat yang ngurus sesuatu di kelurahan bisa mampir atau menunggu di situ. Dengan suasana yamg sejuk dan asri, tentunya akan lebih menyenangkan," ucap Kuncahyani.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Corona, Alun-Alun Kota Batu Ditambah 3 Tempat Cuci Tangan

Pembangunan Hutan Kota Polowijen sendiri memakan anggaran sebesar Rp 873.369.000  dan dikerjakan selama 90 hari. Ditargetkan, sebelum akhir tahun, pembangunan Hutan Kota Polowijen bisa selesai dan  segera dimanfaatkan masyarakat.

 

Topik
MalangBerita MalangHutan Kota PolowijenRuang Terbuka HijauDinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru