Pelaku saat diamankan petugas (ist)
Pelaku saat diamankan petugas (ist)

MALANGTIMES - Benar-benar tak tau kapok pria bernama Syaifudin alias Candra warga Dusun Blau, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ini. 

Kendati jeruji besi sempat membatasi pergerakannya selama dua tahun delapan bulan namun hal itu tak membuatnya insaf, malah kembali berbuat jahat.

Candra yang merupakan seorang pengangguran, kembali mengulangi aksinya mengobok-obok kotak amal di Masjid Al Mu’Minun di Jalan Mahakam, Kelurahan Rampal Claket, Kecamatan Klojen, Kota Malang (14/10/2019).

Saat itu, ia mengambil uang kotak amal bukan dengan cara membobol gembok, melainkan hanya dengan bermodalkan sebuah lidi dan selotif yang dimasukan ke dalam lubang kotak amal dan berusaha merekatkan uang pada selotif dan kemudian mengambilnya.

Namun, saat aksi obok-obok kotak amal yang sudah berulangkali dilakukan di lokasi yang sama, ia sama sekali tak sadar sudah terekam kamera CCTV bahkan wajah Candra juga terlihat jelas.

Pada aksinya yang terakhir (14/10/2019), pelaku kembali beraksi. 

Saat itu pelaku mengambil uang sekitar Rp 240 ribu. 

Saat itu, aksi pelaku dipergoki Sya’roni (43) yang merupakan Marbot Masjid.

Meskipun telah terpergok mengobok-obok kotak amal, pelaku masih saja menyangkal telah mengambil uang kotak amal. 

Dari situ, pelaku akhirnya dilaporkan ke Polsek Klojen.

Saat ditunjukkan rekaman kamera CCTV, pelaku kemudian tak bisa menyangkal lagi jika telah melakukan aksi pencurian. 

Di situ akhirnya ia mengaku  telah 10 kali mencuri uang kotak amal di Madjid Al Mu’Minun dan 2 kali di kawasan Pujon.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH melalui Kapolsekta Klojen Kompol Budi Harianto SH, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu. Pelaku merupakan residivis kasus yang sama.

"Sudah sering beraksi. Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku dikenakan pasal 362
dan bisa terancam lima tahun penjara," pungkasnya.