Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang pasang 47 HU di 6 kecamatan merah kekeringan untuk membantu meringankan kebutuhan air bersih bagi masyarakat (Ist)
Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang pasang 47 HU di 6 kecamatan merah kekeringan untuk membantu meringankan kebutuhan air bersih bagi masyarakat (Ist)

MALANGTIMES - Musim kemarau yang diprediksi sampai November 2019 selesai masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. 

Khususnya terkait persoalan kekurangan air bersih di berbagai wilayah yang terdampak kemarau di tahun ini.

Wilayah tersebut sudah bertahun-tahun bertahan sebagai wilayah merah kekeringan sampai saat ini. 

Tak bisa begitu saja 'dilepas' walaupun musim hujan diprediksi akan datang bulan depan.

Hal ini pula yang dipahami benar Perusahan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan yang bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

Perusahaan daerah ini tetap fokus meringankan beban kebutuhan air bersih di 6 wilayah merah kekeringan, yang ada di kecamatan Donomulyo, Kalipare, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Jabung, dan Sumberpucung.

"Untuk daerah rawan kekeringan, kita sejak Agustus secara bertahap telah memasang sekitar 47 hidran umum (HU) di 6 kecamatan kekeringan," kata Syamsul Hadi Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan melalui Direktur Teknik Mohammad Haris Fadillah, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, HU adalah bak penampung yang dilengkapi dengan kran yang digunakan untuk pengambilan air. 

HU diletakkan di area pelayanan yang dianggap padat penduduknya yang membutuhkan air bersih.

HU yang dipasang oleh Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, masing-masing berkapasitas 3 meter kubik. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya meringankan kebutuhan masyarakat atas air bersih yang dibutuhkan di musim kemarau tahun ini.

"Setiap HU berkapasitas 3 meter kubik. Ini memang untuk meringankan warga yang dilanda kemarau. Untuk teknis distribusinya ditangani oleh BPBD yang secara kontinyu berkomunikasi dengan pihak desa," ujar Fadillah.

HU yang dipasang di 6 kecamatan itu jumlahnya disesuainya dengan jumlah penduduk serta luasan wilayah yang terdampak kekeringan.

Sehingga setiap kecamatan secara kuantitas HU tidaklah sama. 

Fadillah menyampaikan, untuk wilayah Kecamatan Donomulyo ada 9 unit HU, yang tersebar di Desa Purwodadi, Sumberoto/Sumberejo dan Sumberoto/Panggungwaru. 

Di Kalipare ada 4 unit untuk Putukrejo/Krajan I dan II serta Tumpakrejo/Krajan IA.

Berikutnya di kecamatan Pagak ada 5 wilayah yang dipasang HU dengan total 7 unit. 

Yakni, di Pagak/Sumbertempur, Pagak/Pagak, Sumberejo/Bandarangin, Sumberejo/Sumberejo, dan wilayah Pagak/Gampingan.

Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, HU terpasang mencapai 13 unit, merupakan yang terbanyak dikarenakan dampak musim kemarau terbilang merata dirasakan masyarakat di sana.

Khususnya, di Druju, Sumberagung/Krajan, dan Ringinsari/Ringinsari.

"Untuk wilayah Jabung kita pasang 5 unit yaitu di Jabung/Gunung Kunci. Sedangkan untuk wilayah Sumberpucung ada 9 unit di dusun Bandung dan Karangkates," urai Fadillah.

Pemasangan HU dari Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang itu, diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhannya sehari-hari. 

Sambil menunggu strategi lainnya untuk meminimalisir dampak musim kemarau di wilayah merah kekeringan.

Seperti dengan mencari berbagai sumber air yang nantinya bisa jadi salah satu solusi mengatasi kekeringan. Maupun dengan berbagai rencana pembangunan sumur bor serta lainnya.

"Harapan besar kita ke sana. Dimana Pemkab Malang selalu hadir di tengah persoalan masyarakat. Ini juga yang terus kita tingkatkan dalam persoalan air bersih," pungkas Fadillah.