Ilustrasi sketsa motif gapura (pikdo)
Ilustrasi sketsa motif gapura (pikdo)

MALANGTIMES - Masih ingat dengan harapan Bupati Malang Sanusi saat dirinya masih menjabat sebagai wakil bupati akhir tahun 2018 lalu? Yakni, harapannya untuk membangun gapura wilayah Lawang sebagai pintu masuk masyarakat ke Kabupaten Malang. 

Gapura itu diharapkan mampu menampilkan potensi di Kabupaten Malang dalam dekorasinya. Sehingga masyarakat saat akan memasuki Kabupaten Malang melalui Lawang secara langsung diajak untuk membayangkan potensi dan kekayaan yang ada di wilayah peninggalan Kerajaan Singosari ini.

Sayangnya, rencana pembangunan gapura Lawang tak terdengar lagi beritanya sampai saat ini. Sampai akhirnya, Sanusi kembali terpicut saat dirinya ikut serta meresmikan gerbang monumental gate sebuah kampus.

Sontak saja, harapan lamanya untuk membangun gapura masuk ke Kabupaten Malang yang ikonik dan mampu membawa imajinasi orang  atas potensi yang ada bersemi lagi. "Karena gapura itu wajah atau tampilan depan. Ini penting. Dengan tampilan depan yang menarik, akan membuat tamu atau pengunjung tertarik masuk," ucap Sanusi.

Politikus PKB ini pun mengilustrasikan bahwa tampilan depan berupa gapura ibarat makanan. "Jika kemasan atau bungkusnya menarik, akan mengundang selera kita untuk membeli dan memakannya," ujarnya.

Gapura, menurut Wikipedia, merupakan  suatu struktur yang merupakan pintu masuk atau gerbang ke suatu kawasan. Gapura bisa menjadi ikon dari kawasan tersebut dikarenakan lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah.

Nilai penting gapura inilah yang diminta oleh Sanusi untuk kembali dipikirkan bersama agar bisa terwujud di berbagai pintu masuk ke Kabupaten Malang. "Ke depan, saya berencana membuat gerbang-gerbang pintu masuk Kabupaten Malang sebagus dan semenarik mungkin. Nantinya kita akan adakan lomba untuk itu," tegas Sanusi.

Pintu masuk ke Kabupaten Malang terdapat di bagian utara dengan wilayah Lawang maupun Singosari dengan adanya berbagai pembangunan jalan tol saat ini. Di bagian timur yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang dan Probolinggo, serta di bagian barat yaitu berbatasan dengan Blitar  dan Kediri.
Di pintu-pintu masuk itulah nantinya, bila harapan besar Sanusi terwujud, akan berdiri gapura yang akan secara ikonik menggambarkan berbagai potensi di Kabupaten Malang. Baik berupa topeng Malangan, pantai serta hal lainnya yang jadi ikon Kabupaten Malang sampai saat ini.

Konsep lomba yang diminta pun akan membuat desain gapura kota  lebih bervariatif dan tentunya secara langsung melibatkan masyarakat umum untuk ikut serta dalam memberikan yang terbaik dalam pembangunan Kabupaten Malang.

Walau belum dipastikan kapan lomba gapura kota akan dimulai, harapan Sanusi itu patut untuk ditindaklanjuti ke depannya. Sehingga akan semakin memperkenalkan potensi dan keunggulan Kabupaten Malang dalam berbagai sektor yang ada dan akan dimungkinkan terus bermunculan.

Harapan itupun sempat mendapat atensi khusus dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Melalui Kepala DPKPCK Wahyu Hidayat, pihaknya siap untuk mewujudkan harapan itu.

"Kami siap untuk itu. Tentunya sebelum lomba digelar, akan kita survei dulu wilayah-wilayah yang akan dibangun gapura pintu masuk itu. Sehingga nantinya peserta lomba telah memiliki bayangan desain atau bentuk gapura yang sesuai dengan lokasi," ujar Wahyu beberapa waktu lalu.

Selain itu, pihaknya apabila telah ada kepastian lomba gapura digelar telah bisa menyelesaikan berbagai survei lapangan. "Ini agar persoalan-persoalan di lapangan selesai. Sehingga bila lomba digelar, sudah clear masalah itu," ucap Wahyu yang belum mengetahui secara pasti kapan lomba yang diminta Sanusi akan dimulai.
"Intinya kita siap untuk mewujudkan harapan besar Pak Bupati," tandas doktor ilmu sosial ini.