Ilustrasi obat-obatan (Foto: Istimewa)
Ilustrasi obat-obatan (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemenuhan kebutuhan fasilitas kesehatan tidak hanya dalam hal pelayanan fisik. Tapi, kebutuhan obat bagi pasien juga menjadi hal yang terus diperhatikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar suplai itu tidak sampai kekurangan.

Guna memenuhi kebutuhan suplai obat-obatan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah menyiapkan anggaran senilai Rp 2,4 miliar yang saat ini masih dalam tahap lelang.

Melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Malang, lelang untuk pengadaan obat-obatan Dinkes Kota Malang tersebut berasal dari dana APBD 2019 dengan pagu senilai Rp 2.471.979.020. Anggaran tersebut untuk suplai obat kimia.

"Iya, pengadaannya masih dalam tahap lelang. Itu untuk obat-obat kimia," ujar Kasi SDM Kefarmasian dan Alkes Dinkes Kota Malang Latifah Hanun.

Setiap tahun, Dinkes Kota Malang memang menggarkan dana untuk pengadaan obat. Anggaran yang diterima saat ini juga tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Dana tersebut bakal digunakan untuk pembelian obat-obatan yang tidak tertera dalam katalog.

"Pengadaan ini sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Ini kan pengadaan obat untuk publik. Memang anggarannya di kisaran angka itu. Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu," imbuhnya.

Semantara,  pendistribusian obat-obat pengadaan tersebut akan diberikan kepada 16 puskesmas di Kota Malang tahun 2020 mendatang. Nantinya, akan dilakukan secara bertahap oleh penyedia dan disesuaikan dengan ketersediaan pabrik.

"Memang disuplainya ke puskesmas belakangan karena obat non-katalog. Nanti ada 85 jenis obat yang akan didistribusikan ke semua puskesmas di Kota Malang," pungkas Latifah.