KITAB INGATAN 78

MALANGTIMES - Yang Rapuh Itu Suara

*dd nana

1/

Sepasang angsa berwarna putih

mengambang, tenang, di alun air danau yang tak 

menyerah atas segala aksara yang dijejalkan manusia.

Langit masih biru

dan angin masih mengelus-elus hasrat

setiap yang hidup dengan caranya masing-masing.

Bernyanyilah, bernyanyilah wahai para pemilik nafas

sebelum semua diakhiri. Dengan keindahan ataupun keriuhan

yang tak pernah bisa dibayangkan isi kepala.

Tapi, sepasang angsa berwarna putih

tetap bungkam. Hanya mata mereka yang saling berbicara

suara-suara yang tak perlu disuarakan

karena mereka sangat faham, yang rapuh itu suara.

2/

Kami belajar pada yang purba

bebunyian tak perlu selalu diartikan, disuarakan,

diseragamkan. Karena segala yang serupa, sering juga

membuat kita harus waspada.

Suara-suara semakin pandai bersandiwara

dan mencipta begitu banyak topeng; muslihat ular beludak

bersisik kencana yang mengabdi pada legam dedahanan yang murung.

Maka, kata alun air, bunyikan suaramu ke dalam

sebelum kalian menyuarakannya ke luar.

Sepasang angsa berwarna putih terdiam

menikmati gemuruh suara di dalam dada.

3/

Tapi, akhirnya ada juga yang mengukir bebatuan

kulit kayu atau lembaran kulit domba

untuk memindah gemuruh suara dalam dada.

Dada kami tak selamanya baja, ucap mereka

biarkan kami semedikan suara pada gambar dan aksara.

Langit masih biru

dan angin masih saja mengelus-elus hasrat

sebelum luka tiba, sebelum duka membuat mata ditikam

perih paling telanjang, ucap sang angin sore hari.

Maka, gambar-gambar dan aksara saling kawin

berbiak, tumbuh di kepala-kepala yang menengadah.

Kami ingin berucap, bersuara. Kami ingin mengada, kami para pemilik

dunia. Yang melata saatnya tegak, runtuhkan segala yang bisu

dan bungkam.

Lahirlah perang dengan bebunyian yang disuarakan

"Telingamu menangkap keriangankah tuan dan puan?"

4/

Sepasang angsa berwarna putih

saling pandang, saling mengelus leher satu sama lainnya.

Tak ada suara, tak ada percakapan yang dibunyikan

Karena yang rapuh itu suara.

*Hanya penikmat kopi lokal

 

Top