Salah satu pelaku Cross Hijabers yang ada di wilayah Malang Raya (Foto : Istimewa)
Salah satu pelaku Cross Hijabers yang ada di wilayah Malang Raya (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Nina Miwa warga Griya Saxophone, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini tidak pernah menyangka konten video yang di unggah ke chanel YouTube-nya bakal menuai respons dari pelaku Cross Hijabers di Malang Raya.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Kepada MalangTIMES.com, perempuan yang akrab disapa Nina ini mengaku jika karya video-nya, sempat ditanggapi dua orang yang merupakan pelaku Cros Hijabers. 

”Saya mengunggah video ke chanel YouTube itu Rabu (16/10/2019) siang. Saya juga sempat mempromosikan melalaui akun IG (instagram) pribadi. Rabu malam, ada satu akun yang ngirim DM (Direct Message). Besok paginya (Kamis 17/10/2019) ada satu akun yang kirim DM lagi. Keduanya mengaku pelaku Cross Hijabers,” kata Nina, Sabtu (19/10/2019).

Dari penelusuran wartawan, konten video YouTube yang diunggah Nina, lebih mengarah kepada pembahasan dampak buruk adanya pelaku Cross Hijabers. 

Khususnya bagi kaum perempuan yang ada disekitar pelaku Cross Hijabers. 

”Di video yang saya buat isinya soal upaya keselamatan kaum perempuan jika ada di sekitar kaum Cross Hijabers, bukan membahas dari segi agama,” terang salah satu mahasiswi program S2 jurusan Manajemen UB (Universitas Brawijaya) ini.

Seperti yang sudah diketahui, asal muasal viralnya komunitas pria yang gemar mengenakan atribut dan busana bahkan berdandan layaknya perempuan ini bermula dari postingan di jagat maya yang menunjukkan komunitas Cross Hijabers.

Dimana, beberapa diantaranya ada yang mengenakan pakaian syar’i lengkap dengan niqab (penutup wajah) yang kemudian masuk ke toilet perempuan dan masjid pada shaf jamaah wanita. 

”Berawal dari viralnya pelaku Cross Hijabers di media sosial (medsos) itulah, kami akhirnya membuat konten yang membahas soal langkah antisipasi jika bertemu dengan pelaku Cross Hijabers,” sambung perempuan kelahiran 24 Desember 1993 tersebut.

Namun nyatanya, konten itu justru menuai tanggapan dari kaum Cross Hijabers yang ada di Malang Raya. 

Dalam pesan DM yang disampaikan, dua orang pelaku Cross Hijabers itu merasa keberatan jika semua kaum Cross Hijabers dianggap kriminal.

Menurut mereka hanya sebagian saja yang sampai nekat masuk ke dalam toilet perempuan dan shaf jamaah wanita. 

”Dua orang yang DM saya itu mengaku kalau Cross Dressing yang pakai hijab (Cross Hijabers), mereka mengatakan jika selama mengenakan hijab tidak pernah masuk ke dalam toilet maupun tempat ibadah jamaah perempuan. Katanya, tujuan mereka hanya untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk merugikan orang lain,” tutur perempuan 26 tahun tersebut.

Nina menambahkan, dari pesan yang disampaikan melalui DM. 

Kedua pria tersebut juga mengaku jika sebenarnya komunitas Cross Hijabers sudah lama ada di Malang Raya. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Hanya saja, baru diketahui setelah viral dan dijadikan perbincangan di kalangan masyarakat serta di dunia maya (medsos).

”Kegiatan komunitas Cross Hijabers di Malang itu, kata mereka hanya sebatas ketemu, sharing, dan berbagi atau bertukar pakaian perempuan. Komunitasnya semua laki-laki yang gemar dandan dan mengenakan atribut serta pakaian perempuan,” ujar alumni S1 jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual), UM (Universitas Negeri Malang) ini.

Seperti yang sudah diberitakan, Kamis (17/10/2019) warganet khususnya yang tinggal di Kabupaten Malang dibuat gempar dengan pengakuan kaum Cross Hijabers yang ada di Malang. 

Hal ini menyusul adanya postingan yang diunggah oleh salah satu akun bernama Galan Hastoro DT, ke grub komunitas facebook yang beranggotakan lebih dari 666 ribu akun tersebut.

Dalam postingannya, akun Galan Hastoro DT juga melampirkan 6 Screen Shot percakapan melalui DM antara pelaku Cross Hijabers dan pembuat akun YouTube. 

Dimana dalam percakapan keduanya, salah satu diantaranya mengaku jika pelaku Cross Hijabers berasal dari Malang.

Berawal dari fenomena viral inilah, MalangTIMES.com kemudian mencoba untuk menelusuri keberadaan komunitas yang dianggap menyimpang tersebut. 

Bahkan, wartawan juga sempat berbincang secara langsung dengan pelaku Cross Hijabers di Malang. 

Seperti apa kisahnya, simak terus pemberitaan selanjutnya. Hanya di MalangTIMES.com.