Kondisi terkini kebakaran TPA Supit Urang, Kota Malang (Istimewa).
Kondisi terkini kebakaran TPA Supit Urang, Kota Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Kepulan asap lantaran kebakaran yang terjadi di Supit Urang sejak Jumat (18/10/2019) siang kemarin menyebabkan udara di beberapa kawasan terganggu. Terlebih, kebakaran menjalar semakin luas sejak Sabtu (19/10/2019) siang tadi.

Plt Kepala UPT Damkar Kota Malang, Antonio Viera menyampaikan luas lahan yang terbakar semakin meluas. Hal itu dikarenakan tiupan angin yang cukup besar. Sehingga, mengakibatkan kepulan asap pun semakin meluas dan beberapa wilayah yang berdekatan dengan TPA Supit Urang memiliki jarak pandang pendek. "Kami sarankan masyarakat kenakan masker saat di luar ruangan," katanya pada MalangTIMES, Sabtu (19/10/2019).

Baca Juga : Deretan 15 Kabar Baik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Melanda Dunia

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Pranoto menyampaikan, Dinkes telah bersiap dengan menyiagakan personel kesehatan juga stok masker di Puskesmas Mulyorejo. Sejak Jumat (18/10/2019) kemarin, masker telah didistribusikan ke puskesmas dan warga sekitar.

Menurutnya, kurang lebih ada 50 hingga70 pak masker yang sudah didistribusikan. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk melayani warga yang terkena gangguan saluran pernapasan. Namun sampai hari ini, Pranoto memastikan jika belum ada laporan warga yang terkena gangguan sesak napas akibat TPA Supit Urang terbakar. "Sampai sekarang belum ada laporan warga yang dibawa kepuskesmas atau rumah sakit lantaran asap," jelasnya.

Sementara itu, beberapa warga merasakan asap dari kebakaran Supit Urang. Salah satunya disampaikan warga kawasan Soekarno-Hatta, Tyas Anggraini yang menyebut jika bau asap sempat ia rasakan sejak Jumat (18/10/2019) malam. "Pikir saya ada tetangga yang lagi bakar-bakar. Karena baunya lumayan sangit ya. Mungkin asap kebakaran sampai sini karena angin berhembus kencang," terangnya.