Ketatnya persaingan Trail Game Asphalt 2019 di Sirkuit Kanjuruhan (istimewa)
Ketatnya persaingan Trail Game Asphalt 2019 di Sirkuit Kanjuruhan (istimewa)

MALANGTIMES - Trail Game Asphalt 2019 putaran ke 4 yang digelar di Sirkuit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang memiliki karakter track yang berbeda dari tahun sebelumnya. Hal tersebut membuat para pemacu kuda bermesin akan lebih sering menarik pedal gas, karena dari segi tikungan juga relatif lebih lebar.

Race Director Trail Game Asphalt 2019, Jim Sudaryanto mengakui kali ini setting track yang cukup street panjang. "Untuk speed nya juga cukup tinggi kemudian putarannya kita lebih lebar dan lebih besar, pembalap jadi lebih leluasa memacu kendaraannya. Jadi ini setting sirkuitnya lebih speed dari tahun kemarin. Ini terbukti dari timing pembalap sudah kita sesuaikan dengan transfonder itu lebih cepat dari sekarang meskipun panjang track nya sama panjang 900 meter," ungkap Jim Sudaryanto.

Alasan Jim mengubah desain track yang berbeda dari tahun sebelumnya agar pembalap tidak bosan dan penonton juga tidak merasa monoton. Dan hal itu juga memacu rider untuk naik ke podium paling tinggi.

"Jadi memang ciri khas Trail Game Asphalt untuk sirkuit agar tidak monoton seperti tahun kemarin disamakan, sehingga pembalap tertantang memacu kendaraannya. Jadi memang karakter masing-masing kota, kemudian masing-masing putaran akan kita buat berbeda sehingga daya tarik peserta lebih banyak dan rider lebih enjoy melakukan balap di beberapa kota yang diselenggarakan," tuturnya.

Sementara itu, untuk masalah cuaca di Sirkuit Kanjuruhan Jim Sudaryanto mengaku bersyukur karena tidak turun hujan. Karena itu bisa membuat rider harus berhati-hati saat memacu kendaraannya, dan akan sangat disayangkan jika hal itu terjadi.

"Untung tidak hujan. Di Kanjuruhan ini selama hujan kita akan berhenti, karena memang berbahaya kalau hujan deras. Tapi jikapun terjadi setelah itu aliran airnya cukup bagus jadi kita akan tunggu sekitar 20 menit dan benar-benar bisa bersih lalu bisa lanjut lagi," jelas Jim.

Di sisi lain, Jim mengaku kembalinya Trail Game Asphalt digelar di Sirkuit Kanjuruhan memang karena Malang dikenal sebagai basis komunitas supermoto. Jadi ia tidak ragu lagi jika menggelar ajang bergengsi ini selalu memilih 'Bhumi Arema'.

Peserta Trail Game Asphalt ini di sebagian besar dari Jawa timur kemudian Malang ini basisnya teman-teman Supermoto jadi memang pertimbangannya terutama komunitasnya lebih banyak. Salah satu alasan juga Malang yang ditunjuk sebagai venue yaitu yang pertama kita perhitungan sirkuit, sirkuit selain di Kanjuruhan belum ada yang kita anggap layak, untuk Jawa timur ya kita masuknya ya di Kanjuruhan," pungkasnya.