Cuitan Damkar Kota Malang (twiter)
Cuitan Damkar Kota Malang (twiter)

MALANGTIMES - Tempat pembuangan akhir (TPA) Supit Urang kembali terbakar. Kebakaran lahan tumpukan sampah itu terjadi pada Jumat (18/10/2019) siang. Sampai sekarang, petugas pemadam kebakaran pun masih berjibaku untuk memadamkan api.

Kebakaran yang cukup besar itu pun menyebabkan kepulan asap terlihat dan menyebabkan polusi udara. Semalam, tak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen di mana asap mengepul diudara.

Kondisi itu membuat Damkar Kota Malang melalu akun resmi twitternya mengimbau agar masyarakat mengenakan masker saat akan beraktivitas di luar rumah. Mengingat, kepulan asap akibat kebakaran menyebar ke berbagai kawasan lantaran hembusan angin yang kencang.

"admin dan rekan rekan istirahat dulu yaaa ..
karena besok pagi harus melanjutkan kembali
untuk warga malang kalau mau keluar / aktivitas luar harap memakai masker ya
stay safe," cuit @damkar_kotamalang, Jumat (18/10/2019) malam sembari mengunggah foto petugas pemadam kebakaran yang istirahat karena kelelahan.

Dukungan pun mengalir deras. Warganet memberi semangat kepada para petugas Damkar yang bekerja dan pantang menyerah sebelum api padam.

Sementara itu, Plt Kepala UPT Damkar Kota Malang, Antonio Viera menyampaikan, petugas masih berupaya memadamkan api hingga Sabtu (19/10/2019). Api yang menjalar cukup cepat lantaran angin pun diupayakan untuk segera dipadamkan.

Anton menyampaikan, kebakaran yang terjadi sejak Jumat (18/10/2019) siang kemarin itu dikarenakan gas metan yang terkena terik dan panas matahari. Awal mula, api tak begit besar, namun kemudian menjalar lebih luas lantaran angin yang berhembus kencang.

"Kebakaran kali ini lebih besar ketimbang Juni lalu," jelasnya.

Dia menyampaikan radius asap saat ini menjangkau cukup luas. Dia mengimbau agar masyarakat mengenakan masker saat akan beraktivitas di luar ruangan. Selain itu juga berhati-hati saat berkendara. Karena jarak pandang sangat terbatas, utamanya daerah yang dekat dengan TPA Supit Urang.

"Kami imbau masyarakat kenakan masker, karena radius asap semakin jauh. Termasuk jarak pandang juta sangat dekat," jelasnya.

Di sisi lain, warga Kota Malang sebagian menyampaikan jiia udara di Kota Pendidikan ini pada Sabtu (19/10/21019) pagi sudah terlihat normal seperti biasa. Kepulan asap tak terlihat.

"Pagi ini normal, semalam juga nggak terlihat begitu tebal asapnya. Mungkin yang terdampak asap tebal di kawasan yang berdekatan dengan Supit Urang," kata salah satu warga Kecamatan Klojen, Irma.

"Tak terlalu tebal pagi ini asapnya, udara juga normal," tambah warga Kecamatan Blimbing, Ibrahim.