Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kota Malang, Joao Maria Gomes Je Carvalho (Hendra Saputra)
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Kota Malang, Joao Maria Gomes Je Carvalho (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Menjelang musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan mengoptimalkan kebersihan di dekat wilayah sungai dan selokan yang ada di setiap kecamatan di 'Bhumi Arema'.

Permasalahan banjir pada tahun-tahun sebelumnya karena banyaknya tumpukan sampah. Persoalan ini menjadi atensi bagi DLH Kota Malang di akhir tahun ini.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Joao Maria Gomes Je Carvalho atau yang akrab disapa Joe, sampah-sampah yang ada di selokan atau di sungai akan mempengaruhi aliran air saat musim hujan.

Dengan itu, pihaknya akan mengoptimalkan pasukannya untuk melakukan pembersihan di area yang menjadi titik rawan banjir.

"Pada musim hujan sungai-sungai yang berpotensi menyebabkan banjir akan segera kita bersihkan," ujar Joe kepada MalangTIMES.

Rencananya DLH Kota Malang akan melakukan penjadwalan untuk pembersihan tersebut. Karena di Kota Malang sendiri sangat banyak sungai atau selokan yang berpotensi banjir jika tidak segera dibersihkan.

"Kemungkinan dalam satu minggu bisa pembersihan 4 sampai 5 kali, karena pagi ada sore ada seperti itu," katanya. 

"Jadi pimpinan sudah minta sungai-sungai yang potensinya banjir tolong dijadwalkan segera dibersihkan," imbuhnya.

Dalam hal ini, DLH tidak mempedulikan baik selokan kecil atau selokan besar untuk melakukan pembersihan, karena aliran air tidak bisa diprediksi datangnya.

"Kami tidak lihat itu selokan kecil atau besar, intinya semua kerja tuntas untuk lakukan kebersihan untuk persiapan musim hujan," pungkasnya.