Kedua tersangka spesialis pencurian (duduk di lantai) saat diamankan polisi. (Foto : Polsek Pakis for MalangTIMES)
Kedua tersangka spesialis pencurian (duduk di lantai) saat diamankan polisi. (Foto : Polsek Pakis for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Petualangan kejahatan Eka Budianto (27), warga Dusun Ngrangin, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, dan Dwiky Septian (20), warga Dusun Krajan Barat, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, berakhir. Keduanya diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Pakis setelah melancarkan aksi pencurian di belasan lokasi kejadian, Jumat (18/10/2019).

”Kedua tersangka kami amankan setelah sempat menjadi buronan selama dua bulan. Mereka merupakan tersangka kasus pencurian spesialis rumah kosong,” kata Kapolsek Pakis Iptu Sutiyo saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Terakhir, aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku terjadi  Minggu 11 Agustus 2019. Korbannya adalah Surgiyanto, warga Perum Asrikaton Indah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. ”Kejadian pencurian itu sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu korban dan seluruh anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah salat Idul Adha,” ungkap Sutiyo.

Setelah memastikan situasi rumah dalam keadaan kosong, kedua pelaku  membobol rumah korban. Modus yang digunakan untuk masuk kedalam rumah korban yakni dengan cara melubangi tembok rumah.

Sarana yang digunakan untuk merusak tembok adalah  palu dan obeng. ”Saat melancarkan aksinya, kedua pelaku ini saling berbagi tugas. Satu berperan sebagai eksekutor. Sedangkan satunya bertugas mengamati situasi dari luar rumah yang dijadikan sasaran pencurian,” beber Sutiyo.

Saat berhasil masuk ke dalam rumah korban, pelaku menggasak 4 unit handphone (HP) dan uang tunai sejumlah Rp 1,7 juta milik korban. 

Surgiyanto saat pulang kaget rumahnya kecurian. Purnawirawan TNI itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakis.

Berdasarkan hasil olah TKP (tempat kejadian lerkara) serta keterangan beberapa saksi yang dihimpun, petugas mendapat keterangan pelakunya mengarah ke dua orang. Yakni Eka Budianto dan Dwiky Septian.

Dirasa sudah memiliki bukti yang kuat, petugas gabungan dari Polsek Pakis dan Polres Malang melakukan pengerebekan terhadap kedua pelaku, Jumat (18/10/2019) dini hari.

”Terungkapnya kasus ini bermula saat petugas melakukan pelacakan melalui jejak digital. Dari hasil penelusuran lokasi HP yang dicuri, mengarah ke rumah kedua pelaku,” ungkap Sutiyo.

Saat diamankan di rumah masing-masing tersangka, lanjut Sutiyo, petugas gabungan juga mendapati berbagai barang bukti. Meliputi berbagai jenis HP hasil curian, obeng dan palu yang dijadikan sarana mencuri. Berbagai perlengkapan mencuri lainnya turut disita polisi.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Dari penuturan tersangka, keduanya mengaku sudah pernah melancarkan aksi pencurian di 19 TKP. Belasan lokasi pencurian itu, terjadi di wilayah Kecamatan Pakis,” imbuh Sutiyo.

Berawal dari pengakuan itulah, polisi akhirnya melakukan pengembangan. Hasilnya, beberapa unit HP hasil pencurian di wilayah Kecamatan Pakis berhasil diamankan polisi guna kepentingan penyidikan. Selain itu, dari hasil pengembangan, petugas juga mendapati 27 lembar nota gadai yang tersebar di beberapa koperasi.

”Barang hasil curian di 19 TKP sebagian besar digadaikan oleh pelaku ke koperasi. Sedangkan uang gadai diakui tersangka digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Akibat perbuatannya, kedua pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat),” tutup Sutiyo.