Viral Motivator Tampar Siswa, Wali Kota Malang Datangi SMK Muhammadiyah 2

MALANGTIMES - Beredarnya video penamparan oleh motivator dari PT Piranhamas Group atas nama Agus Setiawan atau yang dikenal dengan Agus Piranhamas terhadap 10 siswa di SMK Muhammadiyah 2 Malang  menjadi perbincangan publik.

Bahkan, aksi pemukulan yang dilakukan saat pemaparan Seminar Motivasi Berwirausaha itu turut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji beserta jajaran forkopimda siang ini (Jumat, 18/10) langsung mengunjungi SMK Muhammadiyah 2 Malang guna mengetahui kejelasan  terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan motivator tersebut. Pertemuan tersebut juga dihadiri wali murid dan guru-guru sekolah.

Dalam kunjungan yang berlangsung hingga sore ini, pria yang akrab disapa Aji ini menunjukkan rasa keprihatinan yang amat dalam. Kejadian tersebut dinilai telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Malang.

"Saya turut prihatin mewakili Pemerintah Kota Malang. Dunia pendidikan kita sudah tercoreng dengan itu. Guru saja memiliki SOP dan saya paling tidak senang jika ada tindakan kekerasan. Apalagi ini dilakukan oleh orang lain yang notabenya motivator," ujar Sutiaji.

Dalam kesempatan itu, wali kota  juga meminta kepada salah satu siswa yang menjadi korban untuk menceritakan awal  kejadian hingga terjadi penamparan. Salah satu siswa bernama Wahyu langsung menceritakan detail kejadian saat dilakukan penganiayaan.

Dari awal kedatangan sang motivator itu, Wahyu mengaku kurang enak hati. Sebab,  belum apa-apa, ketika dia masih berada di belakang, diminta untuk maju ke tempat duduk di depan karena di belakang dianggap banyak melakukan canda gurau.

Kala itu, menurut dia, Agus memberikan peringatan. Kemudian ada tawa lagi dari siswa dan Agus masih memberikan peringatan. "Sampai ketiga, motivator membuat perjanjian kalau ada yang tertawa lagi bakal dipukul sampai berdarah," ungkapnya.

Kemudian saat ada permintaan dari motivator kepada salah satu operator yang disuruh menuliskan kata "goblok", ternyata menuliskannya dengan huruf berbeda dengan akhiran G, yakni "goblog". Sontak hal itu membuat siswa tertawa. 

Tapi, ketika ditegur, semua siswa tidak mengaku. Akhirnya Wahyu memberanikan diri untuk mengatakan jika yang tertawa semua siswa.

"Karena ya saya merasa kakak kelas. Masak iya harus adik kelas nanti yang kena pukul. Setelah saya bilang begitu, deretan kami disuruh maju dan kami dipukul," bebernya.

Dari cerita tersebut, Sutiaji dengan tegas meminta aparat penegak hukum melakukan tindakan seberat-beratnya bagi pelaku. Meski begitu, pihaknya merasa sedikit lega karena yang menjadi pelaku penganiayaan bukan dari kalangan guru di sekolah.

"Ini clear, tidak dibuat-buat. Jadi, kejadian ini sudah diketahui kami, wali siswa, sekolah dan lembaga. Saya minta atas nama warga Malang Raya, siapa pun yang bergerak di luar batas dan norma untuk ditindak tegas. Tapi saya bersyukur, dalam artian bukan guru yang melakukan. Berarti itu di luar sistem. Kalau itu dilakukan tenaga pendidikan, habislah sudah Kota Malang," pungkas pria asal Lamongan itu.

Top