Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi (kemeja putih) saat menunjukan beberapa bukti penganiayaan hewan. Azam (berkaus abu-abu) dan mayat kucing dalam kontainer. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi (kemeja putih) saat menunjukan beberapa bukti penganiayaan hewan. Azam (berkaus abu-abu) dan mayat kucing dalam kontainer. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

MALANGTIMES - Viralnya video penganiayaan kucing anggora oleh beberapa orang membuat warganet geram. Pasalnya, dalam video itu, kucing anggora berwarna abu-abu itu dicekoki ciu (sejenis minuman keras) hingga tewas.

Dari pemeriksaan kepolisian, ternyata bukan ciu yang diminumkan kepada kucing itu, namun air kelapa yang bertujuan menolong si kucing yang diduga keracunan.

Persepsi kucing diberi ciu muncul dari caption dalam video itu. Atas viralnya video itu, pembuat sekaligus pengunggah pertama video di akun azzam_Cancell, yakni Ahmad Azzam, mengaku menyesal. “Saya menyesal telah mengunggah video itu,” ujar pria 22 tahun itu di hadapan awak media, Jumat (18/10/19).

Akibat penyebaran video itu, tak hanya dirinya yang menjadi sasaran amuk warganet. Teman-temanya juga tak luput dari hujatan warganet. Bahkan Azzam mengaku sudah dua hari ini tidak dapat tidur. Padahal niat awalnya ingin menolong kucing yang keracunan itu.

Disinggung motifnya memberikan caption pada video itu, Azzam mengaku hanya ingin akunnya dikenal banyak orang atau bahasa kerennya “panjat sosial/pansos”. “Iseng, agar banyak yang berkomentar,” ujar mahasiswa  UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, itu.

Video itu direkam pada  Rabu (16/10) lalu sekitar pukul 20.00 dan diunggah pada malamnya sekitar pukul 23.00.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi setelah meminta keterangan pengunggah video itu.bternyata memang ada kecocokan antara keterangan Azzam dan fakta yang ada. Pihaknya juga telah memeriksa penjual kelapa dan warga.

Dari pengakuan warga, memang diakui di sekitar rumah pemilik kucing di Desa Dukuh banyak tikus mati akibat diracun. Kondisi sekitar berupa persawahan menjadikan banyak hama tikus berkeliaran.

Atas keterangan itu, pihaknya berencana menghentikan penyelidikan kasus ini lantaran unsur pidananya tidak terpenuhi. “Bisa dikatakan (unsur pidana tidak terpenuhi) begitu,” ujar kasat reskrim.

Disinggung kemungkinan menjerat pelaku dengan UU ITE, kasat mengungkapkan belum bisa lantaran tidak ada orang yang dirugikan dalam perbuatan ini. “Itu sudah kami gelarkan terkait berita bohong. Memang ada berita bohong yang disebarkan, namun bukan dalam rangka transaksi,” ujar kasat reskrim.

Polisi mepersilahkan jika ada yang merasa dirugikan untuk melapor kepada pihak berwajib. Jika perlu, akan dilakukan uji lab untuk meyakinkan persepsi masyarakat.

Saat ini mayat kucing dan tikus masih disimpan di Mapolsek Gondang. Mayat kucing itu digali lagi guna kepentingan penyelidikan.

Sedikit gambaran tentang video penyiksaan hewan itu. Lewat akunnya, Azzam ini mengunggah adegan mirip "penyiksaan" terhadap seekor kucing anggora.

Ia menuliskan caption dalam video yang diunggah di story instagram “Percobaan terhadap kucing anggora”.

Video itu kemudian direkam ulang oleh warganet,hingga menjadi viral. Dalam video tiga  menit ini terlihat kucing berbulu tebal ini tengah kelojotan di lantai. Seseorang kemudian meminumkan cairan dari sebuah gelas plastik.

“Setelah 2 jam empedu bekerja keras mengeluarkan racun. Membuat tubuh si anggota bergetar,” tulis akun itu di video berikutnya.

Kucing nahas itu terus menggelepar  di lantai. Dan lagi-lagi sosok yang sama memasukkan cairan ke dalam mulut kucing itu. “Detak jantung mulai melemah,” caption di video berikutnya.

“Terima kasih karenamu aku dapat membuat status ini,” caption pada potongan video ke-5.

Kucing itu kemudian mati. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Mati le?” ucap seseorang dalam video itu. “Padahal mati pisan kok bablas,” lanjut suara itu.