Screenshot video. (istimewa)
Screenshot video. (istimewa)

MALANGTIMES - Sebuah video berdurasi 17 detik yang memperlihatkan seorang motivator menampar keras sejumlah siswa viral di media sosial. Netizen pun ramai-ramai mengutuk tindakan tersebut.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Peristiwa tersebut terjadi di SMK Muhammadiyah 2 Malang dalam acara Seminar Motivasi Berwirausaha pada Kamis (17/10/2019). Motivator yang mengisi acara seminar itu yakni Agus Setiawan atau yang biasa dikenal dengan Agus Piranhamas.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Nur Cholis sempat membuka acara tersebut didampingi dengan beberapa guru. Selain itu, ada pula guru pendamping dan Kaprodi.

"Saya sempat membuka acara, didampingi oleh beberapa guru yang mungkin tidak mengajar pada hari itu. Kemudian ada guru pendamping dan ada Kaprodi mendampingi," ucapnya.

Pada saat itu, kata Nur Cholis semua berjalan baik-baik saja. Sampai ada testimoni dari SMKN 11, SMKN 8, dan 1 mahasiswa yang pernah diberikan motivasi oleh Agus. Tujuannya supaya memberikan motivasi kepada siswa.

"Ternyata yang terjadi di luar kendali kami. Kami harus rapat, kemudian guru harus mengajar juga sehingga di sini hanya ada satu guru Kaprodinya yang waktu itu ada tamu juga," kisahnya.

Kemudian, ada kesalahan ketik kata "Goblog" yang seharusnya "Goblok" yang kemudian membuat beberapa siswa tertawa. Lalu, motivator tersebut memanggil 10 anak yang tertawa tersebut hingga terjadilah penamparan keras tersebut.

Secara bergiliran, 10 siswa itu ditampar olehnya dengan berteriak, "Duduk!" 

"Namanya anak-anak, tidak bisa disalahkan. Tapi motivator kan tetap tidak boleh emosi. Harus terkendali. Karena kita yakin beberapa motivator yang kita datangkan tidak ada yang seperti itu. Sehingga tidak ada pendampingan pun sebenarnya juga tidak ada masalah. Aman-aman saja," terang Nur Cholis.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Pada saat kejadian penamparan itu, ada 1 guru yang mendampingi. Namun, kata Nur Cholis, adalah guru baru jadi masih belum familiar dengan pembelajaran di SMK.

"Beliau adalah guru baru dan untuk bidang SMK itu masih belum familiar sehingga masih meraba-raba. Ada kejadian begitu ia kaget. Anak-anak juga tidak berani untuk melawan," tukasnya.

Dipilihnya motivator tersebut, kata Cholis adalah lantaran dia dirasa berkompeten di bidangnya.

Sementara perekam video tersebut, siswa berinisial Y mengaku sudah resah dengan penyampaian materi oleh motivator tersebut. Alasannya, lantaran kerap melontarkan kata-kata yang tak pantas, seperti pengecut, pecundang, dan lain-lain.

"Sebenarnya udah resah pertama karena motivator itu bilang pengecut, pecundang. Bilangnya ke anak SMK. Saya pikir kurang wajar, nggak pantes kalau bilang gitu," ungkapnya.

Setelah video itu viral, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Malang itu pun memanggil 10 anak yang menjadi korban penamparan itu untuk dimintai keterangan. Begitu pula dengan motivator tersebut. Di situ motivator juga meminta maaf kepada para siswa. Hingga kini, kepolisian sedang mendalami kasus ini.