Bupati Malang Sanusi menyambut senang bila Kabupaten Malang bisa jadi Ibukota Jatim (Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi menyambut senang bila Kabupaten Malang bisa jadi Ibukota Jatim (Humas Pemkab Malang)

MALANGTIMES - Rencana perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata memantik ide di kepala para akademisi. Ide tersebut adalah wacana menjadikan Malang sebagai ibukota Jawa Timur (Jatim). 

Hal ini dilontarkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim), Prof Soeprapto.

Tentunya, wacana itu digulirkan tak sekedar harapan belaka. Soeprapto menyampaikan hal ini dua kali dalam momen berbeda. Pertama, saat rakor dengan Gubernur Jatim dengan wali kota dan bupati, dan kedua saat peresmian monumental gate di kampus ITN 2 di Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari, Kamis (17/10/2019) kemarin.

Wacana itu pun mendapat respon positif dari Bupati Malang Sanusi yang mengatakan, Kabupaten Malang akan senang bila dijadikan lokasi ibukota Jatim.

Pasalnya, Kabupaten Malang masih memiliki lahan yang memungkinkan untuk wacana tersebut. Selain tentu banyaknya pembangunan skala nasional di wilayah peninggalan kerajaan Singosari itu. 

Seperti akan dibangunnya kawasan ekonomi khusus (KEK) Singosari, jalan tol Malang-Pandaan dan rencana tol sampai Kepanjen. Selain itu adanya bandara yang bisa ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional, yaitu Abdurachman Saleh.

"Jadi kalau memang bisa diwujudkan, kita siap dan tentunya senang. Wacana itu juga linier dengan berbagai pembangunan skala nasional, seperti KEK Singosari," ucap Sanusi.

Pihaknya juga siap untuk melakukan sinergitas dengan Wali Kota Malang dan Batu terkait wacana tersebut. Dimana, sempat disampaikan oleh kedua wali kota kepada Sanusi, bahwa dengan beroperasinya jalan tol Mapan, maka kedua wilayah itu membutuhkan terminal wisata.

"Untuk itu kita pun telah mempersiapkannya. Dimana nantinya di Tumpang akan diproyeksikan menjadi terminal pariwisata Malang Raya. Sehingga nantinya bus pariwisata dari tol tak langsung masuk ke wilayah kota," terang Sanusi.

Sanusi melanjutkan, nantinya dari terminal wisata Tumpang, wisatawan akan naik moda transportasi lain. Sehingga tak akan menimbulkan kemacetan di Kota Malang dan Batu, seperti yang kerap terjadi selama ini.

"Ini permintaan dari dua wali kota, dimana kita siap bersinergi atas permintaan terkait terminal pariwisata itu. Hal ini juga didukung dengan harapan adanya cable car dan sky train dari Gubernur Jatim," imbuhnya.

Lantas, apakah dasar yang membuat wacana perpindahan ibukota Jatim, tepatnya berada di Malang. Seperti yang disampaikan Soeprapto, selain kesiapan Kabupaten Malang atas wacana tersebut, Soeprapto menyebutkan beberapa alasan kuatnya, yaitu di sektor pendidikan tinggi. 

"Jumlah perguruan tinggi di Malang akan meningkat jika ibukota pindah ke Malang. Saat ini saja selisihnya hanya lima dengan Surabaya," ujarnya.

Kedua, jumlah mahasiswa di Malang lebih banyak dibanding Surabaya. Walaupun secara jumlah perguruan tinggi masih kalah. "Dan ini telah melalui kajian akademis. Alasan ketiga, tanpa kajian akademis dan pribadi, yaitu doa saya," imbuh Soeprapto yang berharap wacana itu bisa terwujud sebelum masa jabatan Gubernur Jatim selesai.