Kelima tersangka sindikat pencurian spesialis sepeda motor beserta barang bukti hasil curian saat sesi rilis di Polsek Gondanglegi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kelima tersangka sindikat pencurian spesialis sepeda motor beserta barang bukti hasil curian saat sesi rilis di Polsek Gondanglegi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Petugas gabungan Polsek Gondanglegi dan Polres Malang berhasil melumpuhkan lima pelaku jaringan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Rabu (16/10/2019). 

Tersangka itu adalah Edi Yulianto alias Bebek (32), warga Desa Pakuncen, Kecamatan Patihan Rowo, Kabupaten Nganjuk. Tiga  tersangka lainnya merupakan warga Desa Polaman, Kecamatan Dampit. Mereka adalah Rama Andika alias Mimin (22), Faisal alias Gendut (20) dan Mas Had (25). Terakhir, satu tersangka lagi bernama Deni (22), warga Desa Lambangsari, Kecamatan Dampit.

”Otak komplotan pencuri spesialis sepeda motor ini adalah tersangka Edi Yulianto alias Bebek. Kelima pelaku terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas karena berupaya kabur saat diamankan petugas,” kata Kapolsek Gondanglegi AKP Agus Siswo Hariyadi saat ditemui awak media di sela-sela agenda rilis, Kamis (17/10/2019) siang.

Berdasarkan hasil penyidikan polisi, kelima pelaku pencurian ini sudah beraksi di puluhan lokasi di Kabupaten Malang. Di antaranya di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Bululawang, Pagelaran, Turen, Bantur, Kepanjen, hingga Dampit.

”Dari pengakuan tersangka, mereka sudah pernah melancarkan aksi pencurian di puluhan TKP. Di wilayah hukum Polsek Gondanglegi saja, sudah ada 12 TKP. Hingga kini kasusnya masih kami kembangkan guna mengungkap lokasi sekaligus korban lain yang pernah dijadikan sasaran pencurian,” terang Agus.

Siang menjelang petang atau sekitar magrib menjadi saat komplotan pencuri ini beraksi. Sasarannya adalah sepeda motor yang terparkir di halaman dan teras rumah warga. ”Kelima pelaku semuanya berperan sebagai eksekutor. Tersangka Bebek beraksi di berbagai wilayah dengan empat pelaku lainnya secara bergantian. Keempat pelaku selain Bebek, ada yang bertugas di wilayah Gondanglegi, Bululawang, Pagelaran, Turen, Bantur, Kepanjen, hingga Dampit,” beber Agus.

Sedangkan modus yang digunakan komplotan pencurian ini adalah merusak rumah kontak sepeda motor dengan menggunakan kunci T yang sudah dimodifikasi. ”Kelima pelaku ini sudah beraksi sejak beberapa tahun lalu. Mereka beraksi hampir disetiap hari,” sambung Agus.

Terbaru, komplotan itu melancarkan aksinya di wilayah Jalan Banyu Anyar, Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Senin (7/10/2019) sore. Kendaraan yang digasak adalah sepeda motor Vario 125 nopol N-6478-KE. Motor matic tersebut milik Arif Khoirul Rohman, warga Jalan Banyu Anyar, Desa Ketawang.

Sebelum melancarkan aksinya, komplotan ini sempat berkeliling ke berbagai wilayah untuk mencari sasaran. Saat melintas di lokasi kejadian, kelima pelaku akhirnya sepakat menggasak kendaraan korban, yang ketika itu sedang terparkir di halaman rumahnya.

Usai merusak rumah kontak dengan kunci T, komplotan ini bergegas kabur. Pencurian itu dilaporkan korban ke polisi.

”Berawal dari laporan korban, kami kemudian melakukan analisis dan pemetaan. Hasilnya, tim mendapat petunjuk jika pelaku pencurian diperkirakan merupakan komplotan yang sama. Sebab, sudah banyak sepeda motor yang hilang dengan motif yang sama. Yakni dicuri saat terparkir di teras rumah pada sore hari,” ungkap Agus.

Sepekan berselang, tim gabungan dari Polsek Gondanglegi dan Polres Malang akhirnya mendapat petunjuk jika pelaku pencurian mengarah terhadap tersangka Bebek. ”Setelah mendapat cukup bukti, tersangka Bebek akhirnya kami amankan saat yang bersangkutan berada di rumah kontrakannya,” kata Agus.

Di rumah kontrakan tersangka Bebek yang berlokasi di Dusun Kasin, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, petugas mendapati berbagai barang bukti. Di antaranya satu set kunci T, 4 motor hasil curian, beberapa unit handphone (HP) yang dijadikan media berkomunikasi antarpelaku, serta satu unit sepeda motor Scoopy nopol N-5074-GW yang dijadikan sarana pencurian.

Saat dilakukan penyidikan terhadap tersangka, Bebek mengaku jika dirinya beraksi dengan empat orang pelaku lainnya secara bergantian. Empat pelaku itu diringkus petugas di kediaman mereka masing-masing.

”Dari pengakuannya, semua kendaraan yang dicuri dijual kepada satu orang penadah yang sama. Rata-rata satu motor hasil curian dijual dengan harga yang berkisar antara Rp 1,8 hingga Rp 3 jutaan,” terang perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com,  penadah barang hasil curian itu berinisial GM. warga Kabupaten Lumajang. Sedangkan lokasi yang dijadikan sarana bertransaksi barang curian paling sering di jembatan piket 0. Yakni daerah perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

”Kami masih memburu keberadaan pelaku lain yang sementara ini masih berstatus DPO (daftar pencarian orang). Terkait identitasnya sudah kami ketahui, tim masih mengupayakan guna melakukan penangkapan,” ujar Agus.

”Sedangkan terhadap kelima pelaku, kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana curanmor. Ancamannya adalah kurungan penjara selama 7 tahun,” tutup Agus.