Inovasi Hanya untuk Piala, DPRD Siap Pangkas Anggaran Eksekutif

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Malang yang kembali meraih predikat ketiga sebagai kabupaten terinovatif se-Indonesia, beberapa pekan lalu, tak bisa bernapas lega. Pasalnya, DPRD Kabupaten Malang akan menyoroti program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait inovasi daerah yang diklaim Bupati Malang Sanusi saat ini mencapai sekitar 158 inovasi.

Sorotan atas inovasi daerah itu berkenaan dengan sisi manfaatnya. Apakah program inovasi daerah benar-benar dilahirkan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Malang ataukah hanya dibuat untuk tujuan mendapatkan penghargaan atau piala saja.

Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto yang sedang melakukan pendataan terkait ratusan inovasi daerah dan sisi manfaatnya bagi masyarakat. "Betul sekali. Saya sedang mendata hal itu. Kalau ternyata benar hanya digunakan untuk mencari piala saja, maka saya akan pangkas anggarannya," tegas dia.

Bukan hanya itu. Didik Gatot pun telah menginstruksikan kepada seluruh komisi di DPRD Kabupaten Malang untuk menyoroti juga berbagai program inovasi di OPD yang merupakan ranah pengawasan masing-masing. ”Saya telah minta kepada komisi untuk melakukan evaluasi terhadap program inovasi yang sudah dibuat oleh pemkab, termasuk prestasi yang didapat dan dampaknya bagi masyarakat,” ujar Didik.

Bila dari hasil evaluasi itu didapatkan program inovasi daerah tak berimplikasi terhadap kesejahteraan atau memudahkan masyarakat dalam menerima pelayanan, DPRD tidak akan ragu untuk  memangkas anggaran di OPD terkait.

Didik Gatot juga telah berkirim surat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terkait hal tersebut.
"Sudah berkirim surat. Kami ingin mengetahui apakah ratusan inovasi daerah itu berdampak kepada masyarakat atau tidak. Saya ragu bahwa semua inovasi itu ditujukan untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

Seperti diketahui, Sanusi sempat menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pemkab Malang sampai saat ini telah memiliki 158 inovasi daerah. Dengan jumlah itu, politikus PKB ini juga menegaskan, seluruh inovasi daerah itu sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jebolanduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Sipanji (Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri),  Bagum 3C (Cuisine-Convention-Car), Siapik, Sistem Informasi Desa, Sirendra (Sistek Informasi Perencanaan dan Penganggaran), UKM Flash, Smarth Health, Sutera Emas, SINTA (Sistem Informasi Tanah Aset), PAOD (Pelayanan Administrasi Online), SMEP (Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan) dan Contra War (Contraceptive For Women At Risk) merupakan bagian kecil inovasi daerah yang telah ada dan berjalan sampai saat ini.

"Karena itulah, tim juri Kemendagri melalui seleksi ketat memberikan apresiasinya kepada kita sebagai kabupaten terinovasi ketiga se-Indonesia. Seluruh inovasi ini bisa dipraktikkan," ujar Sanusi.

Bukan hanya itu. Sanusi juga menyampaikan, posisi Kabupaten Malang kini sudah masuk 10 besar nasional dan tiga besar di Jawa Timur (Jatim) dalam inovasi daerah. ”Posisi kami sekarang sudah masuk 10 besar nasional dan tiga besar di Jatim," ungkapnya.

 

Top