Entaskan Kekeringan, Bupati Malang Sanusi Minta Bantuan Pembuatan Embung ke Pusat

Oct 17, 2019 07:58
Bupati Malang HM Sanusi (tengah) beserta Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan), saat meresmikan program sumur bor di Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (tengah) beserta Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan), saat meresmikan program sumur bor di Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malang, terus mencari solusi guna menanggulangi wilayah yang terdampak musibah kekeringan. Salah satunya melalui program pembuatan embung.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi saat menghadiri peresmian program sumur bor, yang berlangsung di Desa/Kecamatan Pagak, Rabu (16/10/2019) sore.

”Menurut saya, salah satu alternatif untuk mengatasi musibah kekeringan adalah membuat embung,” kata Sanusi saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian sumur bor yang dilaksanakan bersama Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) tersebut.

Sanusi mengatakan, jika musibah kekeringan yang nyaris terjadi di setiap tahunnya ini, mayoritas terjadi di wilayah Malang Selatan. Salah satunya di daerah Kecamatan Pagak. ”Di daerah yang mengalami kekeringan rata-rata tekstur tanahnya kapur, sehingga dikhawatirkan jika hanya menerapkan sumur bor saat memasuki musim kemarau pasokan airnya akan habis,” ungkap Sanusi.

Namun berbeda dengan penerapan Embung, sambung Sanusi, jika program alternatif itu sudah terealisasi maka dampak dari musibah kekeringan bisa segera teratasi. ”Saat musim hujan, embung bisa digunakan untuk menampung air. Jika memasuki musim kemarau, air yang tertampung bisa didistribusikan kepada warga. Sehingga tidak akan ada lagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” terang Sanusi.

Guna merealisasi gagasan tersebut, Sanusi mengaku bakal segera mengumpulkan seluruh Camat yang ada di Kabupaten Malang, untuk melakukan pendataan. Nantinya, daerah yang marak terjadi kekeringan bakal diprioritaskan untuk pembuatan embung.

”Beberapa instansi serta dinas terkait juga bakal dilibatkan, bentuk embung maupun debit air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga akan dihitung dan disesuaikan, dengan kapasitas debit air pada embung,” terang pejabat pemerintahan nomor satu di Kabupaten Malang ini.

Sanusi menerangkan, proses pendistribusian air yang tertampung dalam embung itu, akan disalurkan melalui kontruksi khusus yang dapat direplikasikan untuk menjangkau warga yang mengalami kekeringan.

”Penerapan embung akan dipasang di daerah ketinggian yang ada di sekitar desa yang mengalami kekeringan. Tujuannya agar proses pendistribusian tidak menemui hambatan, karena menggunakan sistem gravitasi untuk menjangkau warga yang terdampak kekeringan,” sambung Sanusi.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Sedangkan saat memasuki musim hujan, lanjut Sanusi, embung yang sudah ada tersebut juga dapat dijadikan tempat pariwisata. Selain itu, juga bisa digunakan untuk budi daya ikan.

”Jika mengelolanya baik, kan juga bisa digunakan untuk ternak ikan dan bahkan dijadikan tempat pariwisata,” ujar Sanusi.

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) Arcandra Tahar mengaku sangat mengapresiasi gagasan yang diusung oleh Bupati Malang tersebut. Alternatif pengentasan kekeringan melalui pembuatan embung itu, bisa menjadi solusi lain selain membuat program sumur bor air tanah yang digagas oleh Kementrian ESDM.

”Kalau memang pembuatan embung itu dirasa perlu, segera saja ajukan bantuan ke pusat. Embung itu salah satu program yang ada di Kementrian Desa, silahkan sampaikan proposalnya,” kata Arcandra.

Sebagai tambahan, Rabu (16/10/2019) sore, rombongan pejabat pemerintahan mulai dari Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Bupati Malang HM Sanusi, Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik Indonesia) Dapil Jatim (Jawa Timur) V, Ridwan Hisjam, Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, serta rombongan dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim dan beberapa pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang berkunjung ke Desa/Kecamatan Pagak untuk melangsungkan peresmian sumur bor.

Selain meresmikan program pembuatan bor, para tamu undangan yang hadir dalam agenda tersebut juga sempat melakukan peninjauan di beberapa titik. Mulai dari rumah panel, rumah pompa, dan bak penampungan air semua tidak luput dari proses peninjauan, yang dilakukan usai peresmian sumur bor berlangsung.

 

Topik
BUPATI MALANGSanusiEntaskan KekeringanPemerintah Daerah Kabupaten Malangprogram pembuatan embungWakil Menteri ESDMArcandra Tahar
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru