Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, saat meresmikan program sumur bor di Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, saat meresmikan program sumur bor di Kecamatan Pagak (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat kesusahan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Para warga yang tinggal di kawasan Banyu Urip, Desa/Kecamatan Pagak akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Sebab, penderitaan masyarakat bakal segera teratasi setelah adanya program sumur bor yang direalisasikan di kawasan langganan kekeringan tersebut.

Hari ini (Rabu 16/10/2019) sore, rombongan pejabat pemerintahan mulai dari Wakil Menteri (Wamen) ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) Arcandra Tahar, Bupati Malang HM Sanusi, Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI (Republik Indonesia) Dapil Jatim (Jawa Timur) V, Ridwan Hisjam, Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, serta rombongan dari Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim dan beberapa pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang berkunjung ke Desa/Kecamatan Pagak untuk melangsungkan peresmian sumur bor.

”Pengadaan sumur bor air tanah ini merupakan program Badan Geologi Kementrian ESDM yang masuk dalam anggaran tahun 2019. Program ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pengentasan kekeringan di daerah yang mengalami kesulitan pasokan air bersih,” kata Wamen ESDM Arcandra Tahar, saat ditemui awak media disela agenda peresmian sumur bor.

Arcandra Tahar menuturkan, jika program pembuatan sumur bor air tanah tersebut, sudah terealisasi di 8 titik yang tersebar di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang. ”Target kami, di tahun 2019 bakal ada 16 sumur bor yang terealisasisi di wilayah Kabupaten Malang, terutama di wilayah Malang Selatan. Sebab dari data yang kami terima, wilayah Malang Selatan memang marak terjadi musibah kekeringan. Kami akan upayakan agar target 16 sumur bor itu, segera terealisasi sebelum tahun 2019 berakhir,” terang Arcandra.

Delapan titik pemasangan sumur bor yang sudah terealisasi ini, lanjut Arcandra, tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Pagak, Bantur, dan Donomulyo.

Rinciannya, di wilayah Kecamatan Pagak ada 4 titik sumur bor air tanah yang terpasang di Desa Pagak (kawasan Banyu Urip), Dusun Tempur, Desa Sempol, dan Desa Gampingan.

Sedangkan di Kecamatan Bantur ada tiga titik, yakni di Desa Rejosari, Desa Sumberbening, dan Desa Bandungrejo. Terakhir, di Kecamatan Donomulyo ada satu titik, yakni di Desa Purwodadi.

”Masing-masing sumur bor yang sudah terpasang ini memiliki spesifikasi teknis kedalaman sekitar 126 meter. Dengan kedalaman itu, mampu menghasilkan pasokan air mencapai rata-rata 1,7 liter/detik,” terang Arcandra.

Pihaknya menambahkan, sumur bor yang terpasang juga dilengkapi dengan konstruksi pipa besi galvalis dengan diameter 6 inchi. Sedangkan pompa yang digunakan merupakan pompa selam (submersible). Sebagai sarana pendukung, sumur bor juga dilengkapi dengan rumah panel, rumah pompa, dan bak penampungan air.

”Daya tampung bak air ini memiliki kapasitas 5 ribu liter. Dengan spesifikasi tersebut, sumur bor diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat mencapai 2.500 jiwa. Dengan adanya program sumur bor ini, warga tidak perlu khawatir lagi akan mengalami kekeringan. Sebab sumur bor yang dipasang ini berada di kedalaman, bukan permukaan. Sehingga bisa memenuhi pasokan air warga, dalam jangka waktu yang lama,” jelas Arcandra.

Ditemui di saat bersamaan, Bupati Malang HM Sanusi berharap jika program sumur bor ini nantinya bisa menjadi solusi bagi warga yang mengalami kekeringan. ”Semoga pasokan air melalui sumur bor ini bisa mengentaskan musibah kekeringan yang terjadi di Kabupaten Malang,” kata Sanusi.

Menurut salah satu kader partai PKB tersebut, beberapa wilayah khususnya di Kabupaten Malang sebelah selatan, memang marak terjadi musibah kekeringan. Bahkan bencana minimnya poasokan air bersih itu, nyaris terjadi di setiap tahunnya.

Selain mengajukan pengadaan sumur bor, Sanusi mengaku juga sudah menerapkan berbagai solusi untuk mengentaskan Kabupaten Malang dari musibah kekeringan. Salah satunya yaitu mensiagakan 10 mobil tangki air bersih, guna mendistribusikannya kepada warga yang terdampak kekeringan.

”Nantinya para camat akan kami kumpulkan, jika ada desa di daerahnya yang mengalami kekeringan bisa segera di data dan akan kami berikan bantuan. Selain pengadaan sumur bor, 10 unit mobil tangki juga sudah disiagakan untuk memenuhi pasokan air bersih di daerah yang mengalami musibah kekeringan,” pungkasnya.