Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Arus globalisasi sudah tak lagi bisa terbendung. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, Indonesia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Beberapa negara seperti Jepang bahkan sudah memasuki era industri 5.0. Lantas, bagaimana kesiapan manusia dalam menghadapi perubahan ini?

Menyongsong revolusi industri, hal yang pasti disiapkan adalah teknologi. Namun, selain kesiapan teknologi, kesiapan psikologi juga tak kalah penting.

Manusia harus siap mental dalam berhadapan dan mengendalikan teknologi. Sebab tentu terdapat permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi.

Untuk itu, ke depan psikologi menjadi amat sangat penting. Hal ini dinyatakan Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof Dr Abdul Haris MAg dalam Studium Generale "Positive Mindset dan Success in Millenial Era: Peran Psikologi Positif dalam Menghadapi Perkembangan Zaman 5.0" Fakultas Psikologi di Gedung Ir Soekarno, Rabu (16/10/2019).

"Ke depan psikologi menjadi amat sangat penting karena problem kehidupan di era industri 4.0 ataupun industri 5.0 yang dihadapi  umat manusia itu beragam seiring kemajuan sains dan teknologi informasi sebab membawa perubahan-perubahan yang dahsyat," ucapnya kepada MalangTIMES.

Ia menyampaikan, psikologi mempunyai makna penting bagi kehidupan umat manusia. Mulai dari membantu menumbuhkan rasa percaya diri, kebahagiaan, dan lain sebagainya.

"Sehingga ilmu bukan hanya untuk ilmu, tapi ilmu bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu bisa membantu mencarikan jalan problem yang dihadapi oleh umat manusia," tandasnya.

Psikologi di UIN Malang sendiri bukan sekadar psikologi saja. Namun, psikologi yang dikolaborasikan dengan tasawuf dengan mistisisme dan spiritualitas.

"Sehingga bisa menjadi guide, bisa menjadi pengarah bagi umat manusia dalam menghadapi berbagai problem kehidupan ini," tuturnya.

Untuk diketahui, Fakultas Psikologi UIN Malang baru saja memperoleh izin operasional S2 Psikologi. "Dan ini satu rahmat bagi UIN Maulana Malik Ibrahim," pungkas Haris.