Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar (tengah, menunjuk ke atas) saat meninju langsung salah satu PJU Tenaga Listrik di Kelurahan Lesanpuro, Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar (tengah, menunjuk ke atas) saat meninju langsung salah satu PJU Tenaga Listrik di Kelurahan Lesanpuro, Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Tahun depan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia menargetkan ada 50 ribu titik baru pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya operasional listrik yang selama ini dibebankan pada APBN dan APBD dengan jumlah yang fantastis.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyampaikan, sampai saat ini, total ada 50 ribu lebih PJU tenaga surya yang dioperasikan di seluruh Indonesia. Karena dinilai sangat efisien, maka penambahan titik PJU akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya.

"Pemasangan PJU tenaga surya disesuaikan dengan anggaran. Tapi 2020 mendatang kami targtekan ada 50 titik PJU baru di seluruh Indonesia, agar pemanfaatannya merata," katanya pada wartawan usai Peresmian Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Kota Malang yang berlangsung di Kantor Balai RW X Kelurahan Lesanpuro, Kota Malang, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, pemasangan PJU tenaga surya itu akan diprioritaskan di kawasan publik. Diantaranya seperti kawasan pemerintahan, kantor kelurahan, hingga tempat beribadah. Karena jika ditempatkan di titik yang jauh dari kawasan permukiman, sangat rawan rusak.

"Diantaranya ada baterainya dilepas, ada juga papan penghantarnya dilepas jadi meja tulis. Maka kewajiban kita bersama untuk menjaga fasilitas yang ada. Setidaknya memang diletakkan di kawasan publik," jelasnya.

Lebih jauh Candra menjelaskan, PJU tenaga surya ini sangat efisien mengurangi biaya operasional listrik. Karena energi yang didapatkan sepenuhnya adalah dari cahaya matahari saat siang hari.

Saat siang hari, menurutnya baterai akan secara otomatis menyimpan daya untuk bisa dinyalakan saat malam hari. Penyimpanan pun cukup besar dan dapat dipertahankan untuk penerangan saat malam hari.

"Termasuk saat musim hujan, ketika ada matahari pasti bisa simpan daya dan menerangi saat malam hari," imbuhnya.

Candra menyampaikan, anggaran yang dikeluarkan untuk satu PJU bertenaga surya antara Rp 17 juta hingga Rp 20 juta. Angka tersebut memang terbilang cukup besar. Namun dia menggaris bawahi proses perawatan yang ia sebut jauh lebih murah ketimbang PJU menggunakan tenaga listrik.

"Perawatannya sangat mudah, asalkan jangan dirusak saja," jelas dia.

Dia pun berharap agar legislatif dan pemerintah daerah aktif dalam setiap kerjasama yang dibuat. Karena setelah jadi, PJU tenaga listrik akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk proses perawatan.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam menambahkan, dewan sangat mendukung keputusan pemerintah untuk memanfaatkan energi terbarukan. Karena energi matahari sangatlah ramah lingkungan dan dinilai sangat efisien.

"Dan karena efisien itu, kami sepakat tahun depan akan ada 50 ribu penambahan titik baru pemasangan PJU tenaga surya," jelasnya.