Rumah terduga teroris yang berada di Jalan Papa Biru, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (Hendra Saputra)
Rumah terduga teroris yang berada di Jalan Papa Biru, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pihak keamanan atau satpam perumahan terduga teroris yang beralamat di Jalan Papa Biru II/24 RT 7 RW 15, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang mengaku kaget dengan adanya penangkapan terduga teroris yang berada di wilayahnya.

Bertugas untuk menjaga keamanan di kawasan perumahan Jalan Papa Biru, satpam yang kebetulan berdinas pada Selasa (15/10/2019) dikagetkan dengan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri yang memeriksa rumah nomor 24 di Jalan Papa Biru.

Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah

Dalam perjalanan penangkapan, informasi yang diperoleh MalangTIMES, bahwa terduga teroris yakni suami istri berinisial PM (32) (istri) dan R (27) (suami) tersebut ditangkap tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Jalan Kedawung, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dekat Masjid Baiturrohmah sekitar pukul 14.00 WIB.

Rabu (16/10/2019) pagi, MalangTIMES langsung menuju ke Jalan Papa Biru II/24 RT 7 RW 15 untuk mengorek informasi lebih dalam tentang terduga teroris yang diketahui sempat tinggal di rumah nomor 24 itu.

Ketika tiba di lokasi Jalan Papa Biru, MalangTIMES bertanya kediaman Ketua RT 07 kepada satpam yang ada di pos penjagaan. Dan kebetulan rumah Ketua RT 07 itu tidak jauh dari pos penjagaan.

Akan tetapi, Ketua RT 07 yang diketahui bernama Wahid tersebut sedang tidak berada di rumah dan hanya ada istrinya yang hanya menemui melalui pintu depan tanpa membukakan pintu pagar depannya. Padahal maksud kedatangan MalangTIMES hanya ingin bertanya tentang keseharian terduga teroris yang menempati rumah nomor 24 di Jalan Papa Biru.

"Aduh maaf ya mas saya enggak tahu apa-apa tentang itu (terduga teroris), maaf ya, bapak lagi enggak ada saya juga lagi masak, sekali lagi maaf ya," ucap seorang ibu-ibu yang kemungkinan istri dari Ketua RT 07 yang tanpa menyebut namanya langsung menutup pintu kembali.

Setelah dirasa kurang mendapat informasi, MalangTIMES mencoba untuk berbincang dengan satpam yang mengaku bernama Suroto. Dan di dalam pos satpam tersebut juga ada dua orang anggota TNI.

Dalam perbincangan itu, Suroto mengaku bahwa penghuni rumah nomor 24 di Jalan Papa Biru itu memang jarang menempati rumahnya, namun ada salah satu anak perempuannya yang berkuliah di Universitas Brawijaya kerap datang kerumah tapi tidak menginap.

Baca Juga : Viral, Longsor Sukanagara Cianjur Nyaris Telan Korban Seorang Pengendara Motor

"Di situ jarang ditempati, sudah 5 tahun kalau tidak salah. Orangnya asli Kediri punya tiga anak, anak pertama (istri terduga teroris) jarang kesini, jadi rumah selalu kosong, adiknya yang terakhir (kuliah di UB) selalu tidur di rumah temannya, karena tidak berani tinggal sendiri," ungkap Suroto.

Suroto mengaku kaget dengan adanya informasi penangkapan terduga teroris yang ada di wilayahnya. "Ya kaget mas, di sini biasanya aman-aman saja tiba-tiba ada kayak gini," katanya.

Lanjut Suroto, ia hanya mengetahui bahwa Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri membawa mobil berjenis Starlet warna biru. "Yang saya tahu ya mobil warna biru itu yang dibawa petugas waktu itu, yang lain enggak tahu saya," katanya mengakhiri.

Sementara itu, suasana jalan di Jalan Papa Biru sendiri terlihat cukup sepi dan terlihat di beberapa rumah juga tidak ada aktivitas orang yang terlihat.