Taman Posyandu Anyelir Mantap Bersaing dengan Inovasi "Asman Toga"

MALANGTIMES - Perlombaan Taman Posyandu dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang kali ini menuju kawasan Kelurahan Tulusrejo. Sejak pagi ini (Rabu, 16/10), anak-anak PAUD dari Taman Posyandu Anyelir yang berada di RT 6 RW 8 menyambut kedatangan tim penilai dengan senam lucu.

Antusiasme anak-anak cukup membuat suasana Taman Posyandu Anyelir lebih meriah. Lalu lalang aktivitas balita hingga lansia melakukan pemeriksaan kesehatan juga terlihat. 

Bahkan ada juga balita yang menangis ketika penimbangan berat badan, pemeriksaan lingkar kepala, tinggi badan, lingkar lengan, dan yang lainnya. Kemudian, ada juga seruan penyuluhan bagi ibu sambil balita bermain permainan yang disiapkan panitia acara.
 


Ketua Taman Posyandu Anyelir Rini Setiowati mengatakan,  kegiatan tersebut bukan hanya mengkhususkan bagi balita. Hal itu mengintegrasikan kegiatan posyandu, pos pendidikan anak usia dini (PAUD), bina keluarga balita (BKB). Bahkan pihaknya sudah menerapkan program posyandu remaja.

"Kami di taman posyandu ini sudah lengkap, bahkan kami sudah menjalankan program posyandu remaja. Semuanya berkaitan dengan kesehatan remaja dan penanganannya juga oleh kader kesehatan remaja," ujarnya. 
 


Tak hanya itu. Inovasi lainnya yang juga dihadirkan, yakni Asman Toga (Asuhan Mandiri Taman Obat Tradisional Keluarga). Berbagai tanaman tradisional mulai dari sambiloto, kemangi, jahe, pecut kuda, lidah buaya, jinten, kencur, jambu biji, bawang dayak, adas, binahong, bidara, rosella, dan lain-lainnya dipamerkan di salah satu area.

Kehadiran Asman Toga ini sebagai salah satu bentuk mengedukasi masyarakat di wilayah Kelurahan Tulusrejo untuk bisa secara mandiri dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Misalnya, ketika ada yang mengalami sakit pusing, bisa dengan memanfaatkan bawang putih.



Tanaman yang dipamerkan tersebut dilabeli dengan nama. Tertera juga pemanfaatannya bagi kesehatan. Sehingga masyarakat umum atau khususnya sekitar bisa dengan mudah mendapatkan kebutuhan dan memanfaatkannya dalam kesehatan.

"Dengan pemanfaatan toga ini, masyarakat tidak melulu harus datang ke rumah sakit, tapi bisa dengan melakukan antisipasi pertama menggunakan obat tradisional. Bahkan inovasi ini setiap rumah di wilayah sini minimal ada 5 toga," imbuh Rini.

Melalui taman posyandu, pihaknya berharap setiap warga bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri. Apalagi, dalam kegiatan BKB, setiap ibu juga dibina mengelola toga sekaligus memanfaatkan menjadi kerajinan.



"Kami berharap ini dapat meningkatkan bidang kesehatan secara mandiri. Dalam BKB juga selalu kami beri pembinaan pemanfaatan toga dan bagaimana membuat kerajinan berbahan dasar tanaman tradisional," tandas Rinj.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar SST MM menjelaskan, kehadiran taman posyandu menjadi salah satu media dari Dinkes Kota Malang untuk memberikan pembinaan mengenai pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan bagi bayi, dan juga pembelajaran bagi ibu di BKB.

"Ke depan kami harapkan ini bukan hanya ajang lomba, tapi bisa lebih memberikan manfaat bagi masyarakat. Tak hanya bayi. Ibu pun  akan lebih memiliki pengetahuan tambahan dalam hal kesehatan," jelasnya.

Diketahui, penilaian perlombaan Taman Posyandu Dinkes Kota Malang ini telah berlangsung sejak tanggal 7 Oktober hingga 17 Oktober. Pesertanya dari lima wilayah kecamatan di Kota Malang, yakni Blimbing, Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru, dan  Klojen.

Top