AKP Hendi Septiadi Kasat Reskrim Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
AKP Hendi Septiadi Kasat Reskrim Polres Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Empat orang yang dimintai keterangan pihak penyidik Reskrim Polres Tulungagung terkait penyerangan terhadap Barisan Ansor Serba Guna (Banser), akhirnya dipulangkan. 

Dari Keterangan yang diperoleh penyidik dari empat orang itu, polisi mencari satu orang yang berinisial D untuk ditingkatkan statusnya ke penyidikan karena diduga sebagai pelaku penyerangan.

"Identitas dari satu orang berinisial D sudah kita kantongi. Dia yang mempunyai peran dominan dalam perkara penyerangan itu," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi.

Hingga saat ini, D yang disebut Hendi juga masih dicari keberadaannya. 

Initial D yang dimaksud merupakan warga Tulungagung yang sudah pindah domisili di Trenggalek. 

Alasan penyelidikan sedang berjalan, Hendi belum bisa membuka peran apa saja yang dilakukan terduga D dalam aksi penyerangan Banser itu. 

Namun, selain keterangan saksi polisi juga telah memiliki bukti, di antaranya dari rekaman video yang didapatkan.

"Karena merasa bahwa dia pelakunya, setelah kejadian itu dia melarikan diri," terang Hendi.

Pihaknya juga masih akan memintai keterangan pelapor atau korban namun karena rumahnya jauh penyidik masih menunggu kesediaan terlapor untuk hadir.

Selain melakukan pendalaman penyidikan dan mencari keberadaan terduga pelaku, Kasat Reskrim juga melakukan koordinasi dengan unit Reskrim seluruh Polsek untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing.

"Kita tingkatkan kewaspadaan dan mencari informasi terkait keberadaan terduga pelaku ini agar masalah ini dapat segera terungkap," tegasnya.

Penyerangan terhadap rombongan Banser terjadi di Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung, Minggu (13/10) lalu.

Masalah tersebut memicu aksi solidaritas anggota Banser di Tulungagung dan Trenggalek yang akhirnya datang ke Mapolres Tulungagung.

Mereka meminta kelompok masa Penyerang Banser dapat ditangkap karena mengakibatkan beberapa anggota terluka.

Selain korban luka, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut anggota dalam Apel Banser di Pantai Prigi juga mengalami kerusakan akibat amukan masa yang tiba-tiba menyerang mereka.